Persaingan Feyenoord dan Ajax memicu kerusuhan di Rumania

Insiden Membuat Geger di Bucharest

Sebuah kejadian memalukan terjadi di Bucharest, Rumania, sebelum pertandingan Steaua Bucuresti melawan Feyenoord Rotterdam pada Jumat (11/12). Sebuah kafe bernama Amsterdam dibakar oleh sekelompok suporter Feyenoord karena nama kafenya sama dengan kota Ajax Amsterdam, yang merupakan rival utama klub tersebut. Meski peristiwa ini berlangsung singkat, kerusakan yang ditimbulkan cukup besar.

Bagian depan kafe mengalami kerusakan parah, dan beberapa ruangan di dalamnya hangus sebelum api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Tidak ada korban luka, tetapi pemilik usaha mengalami kerugian materi yang signifikan.

Pemilik kafe menegaskan bahwa kafenya tidak memiliki hubungan apa pun dengan Ajax. Nama Amsterdam dipilih sebagai konsep tema kafe. Namun, tindakan suporter Feyenoord dianggap tidak pantas dan merusak citra klub.

Rivalitas yang Sengit

Rivalitas antara Ajax dan Feyenoord dikenal sebagai salah satu yang paling sengit di sepak bola Eropa. Pertandingan antara keduanya sering kali berjalan panas, dan bentrokan antar kelompok suporter telah menjadi catatan panjang sejak puluhan tahun lalu.

Namun, kejadian di Bucharest kali ini dianggap melampaui batas. Peristiwa ini terjadi di luar Belanda dan menyasar tempat yang sama sekali tidak terlibat dalam rivalitas tersebut. Hal ini menciptakan suasana tegang di ibu kota Rumania menjelang laga. Aparat keamanan memperketat pengawasan di sekitar area stadion dan tempat-tempat yang berpotensi menjadi titik kumpul suporter.

Tindakan Hukum Sedang Berlangsung

Otoritas lokal menyatakan bahwa proses identifikasi pelaku sedang berlangsung dan tindakan hukum akan diberlakukan sesuai regulasi yang berlaku. Pihak berwenang menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak akan dibiarkan begitu saja.

Meskipun ada insiden tersebut, pertandingan antara Steaua Bucuresti dan Feyenoord menghadirkan tontonan yang menarik. Laga berlangsung terbuka dan penuh peluang sejak awal, sebelum akhirnya Steaua keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 43. Gol penentu tercipta pada menit-menit akhir dan disambut meriah oleh pendukung tuan rumah.

Dampak dari Perilaku Suporter

Kemenangan itu sempat mengangkat suasana stadion, tetapi tidak sepenuhnya mampu menutupi sorotan negatif terhadap perilaku sebagian suporter Feyenoord. Banyak pihak menilai tindakan tersebut merusak citra klub dan menunjukkan bagaimana rivalitas yang seharusnya terbatas pada lapangan bisa berubah menjadi tindakan yang merugikan masyarakat.

Insiden ini kembali menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola mestinya tetap berada dalam batas wajar. Aksi di Bucharest menunjukkan bagaimana fanatisme yang berlebihan dapat memicu kerusakan di tempat yang sama sekali tidak terkait. Sepak bola pada akhirnya adalah hiburan, bukan alasan untuk membawa dendam klub ke negara lain.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan