Persaingan ketat BYD dan Jaecoo di pasar mobil listrik hingga November 2025

Perkembangan Pasar Mobil Listrik di Indonesia Tahun 2025

Pasar mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Selama periode Januari hingga November 2025, persaingan antara para produsen mobil listrik semakin ketat. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales mobil listrik murni selama 11 bulan tersebut mencapai 82.525 unit. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan capaian pada tahun 2024 sebesar 43.188 unit.

Lonjakan penjualan tersebut didorong oleh semakin masifnya peluncuran merek dan model kendaraan listrik baru di pasar domestik. Sejumlah merek asal Tiongkok seperti BYD, Wuling, Chery, dan Jaecoo, serta merek luar negeri seperti Vinfast dari Vietnam, turut meramaikan pasar. Mereka memperketat persaingan di segmen mobil listrik.

BYD Tetap Pemimpin Pasar

BYD masih memegang posisi teratas sebagai merek mobil listrik terlaris di Indonesia. Total penjualan BYD sepanjang Januari–November 2025 mencapai 40.151 unit. Kinerja ini didukung oleh kontribusi model city car terbarunya, BYD Atto 1, yang mencatatkan penjualan wholesales sebanyak 8.333 unit pada November.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyampaikan bahwa pengalaman lebih dari tiga dekade serta jaringan rantai pasok yang lengkap memberikan keunggulan bagi perusahaan dalam menghadirkan produk-produk berkualitas ke pasar Indonesia. Saat ini, BYD sedang membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang mencapai 150.000 unit per tahun. Pabrik tersebut akan mulai beroperasi pada akhir 2025 dan akan memproduksi sejumlah model andalan, seperti BYD M6, Sealion 7, Atto 3, Seal, Dolphin, hingga Atto 1.

Peringkat Lain di Pasar Mobil Listrik

Berikutnya, Wuling menempati posisi kedua dengan total penjualan sebesar 10.526 unit sepanjang 11 bulan 2025. Capaian ini didukung oleh kontribusi model Wuling Air EV, Binguo EV, dan Cloud EV yang telah dirakit secara lokal di Cikarang, Jawa Barat.

Di posisi ketiga, sub-merek premium Grup BYD, Denza, membukukan penjualan sebanyak 7.176 unit, yang seluruhnya disumbang oleh model Denza D9. Sementara itu, Chery berada di peringkat keempat dengan total penjualan 7.065 unit, yang ditopang oleh penjualan model Chery J6 hingga E5.

Vinfast, produsen asal Vietnam, juga masuk dalam 10 besar mobil listrik terlaris hingga November 2025 dengan capaian 3.118 unit. Baru-baru ini, Vinfast meresmikan pabrik mobil listriknya di Subang pada 15 Desember 2025 dengan kapasitas tahunan sebesar 50.000 unit.

Kebijakan Pemerintah Terkait Impor Kendaraan Listrik

Pemerintah sebelumnya telah menegaskan bahwa fasilitas insentif impor kendaraan listrik murni dalam bentuk completely built up (CBU) akan berakhir pada 31 Desember 2025. Ketentuan ini berdasarkan Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 juncto Nomor 1 Tahun 2024, yang menyatakan bahwa insentif bagi kendaraan listrik berbasis baterai hanya berlaku hingga akhir 2025.

Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027, produsen kendaraan listrik diwajibkan untuk merealisasikan komitmen produksi lokal dengan skema 1:1 sesuai peta jalan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Kewajiban ini mencakup kesetaraan spesifikasi teknis, termasuk daya motor listrik dan kapasitas baterai. Jika tidak dipenuhi, pemerintah berhak mencairkan bank garansi sebagai bentuk sanksi.

Beberapa produsen yang telah memanfaatkan fasilitas impor, seperti BYD, Geely, Vinfast, serta PT National Assembler yang menaungi merek Citroen, Aion, Maxus, dan Volkswagen (VW), telah menginvestasikan dana sekitar Rp15,52 triliun. Mereka wajib memulai produksi lokal kendaraan listrik pada 2026.

Daftar 10 Merek Mobil Listrik Terlaris Januari–November 2025

  • BYD: 40.151 unit
  • Wuling: 10.526 unit
  • Denza: 7.176 unit
  • Chery: 7.065 unit
  • Aion: 5.165 unit
  • VinFast: 3.118 unit
  • Geely: 2.342 unit
  • Hyundai: 1.622 unit
  • Morris Garage (MG): 1.169 unit
  • Jaecoo: 653 unit

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan