Gelaran ETMC XXXIV Ende Berdampak Positif bagi UMKM dan Warga
Turnamen sepak bola Liga 4 Piala Gubernur Zona NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV Ende tahun 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi antar tim, tetapi juga memberikan dampak positif bagi warga dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ende. Selama gelaran berlangsung, Stadion Marilonga menjadi pusat kegiatan yang tidak hanya menarik para penggemar sepak bola, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya para pedagang kecil yang mencari rezeki.
Perse Main dan Penghasilan yang Mengalir
Dewi Purwanti dan Mama Tiro adalah dua dari sekian banyak warga dan pelaku UMKM yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menjual makanan dan minuman ringan di sekitar stadion. Dewi mengatakan bahwa tidak semua pertandingan memberikan hasil yang sama. Hanya pertandingan tim-tim tertentu yang berhasil menarik pembeli.
"Ketika Perse Ende main, biasanya penghasilannya lumayan. Saat babak 16 besar melawan Persematim Manggarai Timur, saya mendapat penghasilan hingga dua juta rupiah lebih dari hasil berjualan gorengan dan cemilan lainnya," ujarnya.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa jumlah penghasilan bisa bervariasi tergantung pada jumlah penonton. Jika tim-tim selain tuan rumah bermain, penghasilan rata-rata hanya sekitar Rp 500-600 ribu per hari.
Dampak Event Sepak Bola terhadap UMKM
Dewi Purwanti, yang sebelumnya sering berjualan di lapangan Pancasila, kini memilih untuk berdagang di Marilonga selama event sepak bola berlangsung. Ia mengatakan bahwa setiap kali ada acara sepak bola di stadion tersebut, ia selalu ikut serta dalam pameran UMKM.
"Saya sudah sering ikut berjualan di event-event dan kami berterima kasih sekali dengan Bapak Bupati karena beliau itu selalu melibatkan kami, kami yang UMKM kecil ini selalu masuk dalam acara-acara yang beliau adakan," tambahnya.
Pengalaman Mama Tiro di ETMC XXXIV
Sementara itu, Mama Tiro, seorang ibu rumah tangga dari Kelurahan Rewarangga Selatan, juga memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari penghasilan tambahan. Ia mulai berjualan sejak awal November lalu hingga menjelang puncak turnamen.
"Penghasilannya lumayan dari pembukaan sampai sekarang, kalau penontonnya banyak berarti pemasukan lumayan juga, tapi kalau tim-tim dari jauh yang main berarti sepi, pembeli paling ramai itu biasanya saat Perse, PSN Ngada dengan Maumere, selain itu saat Flotim, FU main itu penghasilan kami juga lumayan," katanya.
Ia mengaku bahwa dalam satu malam, ia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 500 ribu. Namun, jika pertandingan tuan rumah atau tim asal Pulau Flores bermain, penghasilan bisa melebihi angka tersebut.
Harapan untuk Masa Depan
Meski sempat tidak diberikan akses oleh panitia untuk berjualan di halaman Stadion Marilonga selama gelaran ETMC XXXII Ende, kini Mama Tiro mengucapkan terima kasih kepada pihak panitia yang telah memberikan ruang untuk mereka mencari rejeki. Ia juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende membuka lapak khusus untuk UMKM agar dapat berjualan secara lebih nyaman dan aman.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar