Persebaya Surabaya Jadi Klub Kedua Paling Sering Didenda, Total Denda Nyaris Rp 3 Miliar

Persebaya Surabaya Terima Denda Rp 405 Juta dalam Pekan Ke-14 Super League

Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat dalam pekan ke-14 Super League 2025/2026. Klub yang dikenal dengan julukan Green Force ini harus menerima sejumlah hukuman finansial yang cukup besar, membuatnya menempati posisi kedua sebagai klub dengan denda terbesar di bawah PSM Makassar. Total denda yang diterima Persebaya mencapai Rp 405 juta, sementara total denda seluruh klub peserta Super League mendekati angka Rp 3 miliar.

Penyebab Denda yang Menumpuk

Awal Desember menjadi bulan yang berat bagi Persebaya Surabaya karena serangkaian sanksi disiplin yang terus datang. Dalam rentang waktu singkat, Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan empat hukuman sekaligus terkait laga melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo pada 22 November 2025.

Berdasarkan keputusan sidang Komdis tertanggal 27 November 2025, total denda dari satu pertandingan tersebut mencapai Rp 250 juta. Angka ini berasal dari berbagai pelanggaran yang dinilai serius dan berdampak langsung pada keselamatan pertandingan.

Pelanggaran yang Menghasilkan Denda Besar

Salah satu pelanggaran terberat adalah penyalaan petasan sebanyak enam kali yang berasal dari Tribun Utara. Insiden tersebut berujung denda sebesar Rp 120 juta, menjadi hukuman tunggal terbesar dalam laga tersebut.

Masalah tidak berhenti di situ karena pelemparan botol air minum, roti, dan paper roll terjadi pada menit ke-63. Aksi dari area VIP Barat dan Tribun Timur itu diganjar denda Rp 30 juta karena dinilai membahayakan pemain dan ofisial.

Komdis juga menjatuhkan sanksi kepada panitia pelaksana pertandingan Persebaya Surabaya. Denda Rp 40 juta diberikan akibat kerusuhan di Tribun Barat, Utara, dan Selatan yang menyebabkan korban luka.

Sanksi berikutnya berkaitan dengan masuknya suporter ke area pinggir lapangan sesaat setelah laga usai. Pitch invasion tersebut melanggar aturan keselamatan dan membuat Persebaya Surabaya kembali didenda Rp 60 juta.

Denda Tambahan dari Laga Berikutnya

Tekanan bagi Persebaya Surabaya belum berakhir setelah memasuki pekan ke-14 kompetisi. Pada sidang Komdis bertanggal 2 Desember 2025, Persebaya Surabaya kembali masuk daftar klub yang dihukum.

Dalam pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 28 November 2025, empat pemain dan satu ofisial Persebaya Surabaya menerima kartu kuning. Akumulasi pelanggaran tersebut berujung denda tambahan sebesar Rp 50 juta.

Jika ditarik sejak pekan pertama hingga pekan ke-14, total denda Persebaya Surabaya mencapai Rp 405 juta.

Daftar Klub dengan Denda Besar

Posisi teratas ditempati PSM Makassar dengan total denda Rp 420 juta. Persebaya Surabaya berada tepat di bawahnya, disusul Persija Jakarta yang mengoleksi denda Rp 350 juta.

Daftar klub dengan denda besar menunjukkan ketatnya pengawasan disiplin sepanjang musim ini. Persik Kediri mengumpulkan Rp 260 juta, Arema FC Rp 255 juta, dan Persijap Jepara Rp 205 juta. Bhayangkara FC dan Persib Bandung juga masuk daftar dengan masing-masing Rp 195 juta dan Rp 185 juta. Madura United menyusul dengan total denda Rp 180 juta dari berbagai pelanggaran.

Klub-klub lain mencatat nominal yang lebih rendah namun tetap signifikan. Malut United didenda Rp 115 juta, Persis Solo dan Persita Tangerang masing-masing Rp 105 juta. Dewa United dan PSIM Yogyakarta mencatat angka serupa di Rp 100 juta. Bali United mengoleksi Rp 80 juta, Semen Padang Rp 70 juta, dan Borneo FC Rp 50 juta.

Satu-satunya klub yang lolos tanpa sanksi hingga pekan ke-14 adalah PSBS Biak. Klub tersebut mencatat nol rupiah denda di tengah ketatnya pengawasan Komdis PSSI.

Total Denda Seluruh Klub Peserta

Jika dijumlahkan, total denda seluruh klub peserta Super League 2025/2026 mencapai Rp 2.980.000.000. Rata-rata denda per klub berada di kisaran Rp 165 juta, angka yang mencerminkan mahalnya harga pelanggaran disiplin.

Bagi Persebaya Surabaya, catatan Rp 405 juta menjadi alarm serius di tengah ambisi bersaing di papan atas. Konsistensi performa di lapangan kini harus berjalan seiring dengan kedisiplinan, agar boncos denda tidak terus membayangi perjalanan musim ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan