
Barcelona menghadapi musim 2025-2026 dengan berbagai pencapaian yang menunjukkan perkembangan positif. Di Liga Spanyol, mereka berhasil memimpin klasemen dengan total 40 poin dari 16 pertandingan. Kepemimpinan ini membuat Barcelona unggul empat angka dari Real Madrid, yang berada di posisi kedua.
Di ajang Liga Champions, Barcelona juga menunjukkan perbaikan. Meski hanya menempati peringkat ke-15 setelah mengumpulkan 10 poin dalam enam laga, peluang untuk melanjutkan perjalanan lebih jauh masih terbuka. Mereka hanya tertinggal dua angka dari Atletico Madrid, yang berada di posisi delapan dan memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur.
Namun, ada satu aspek yang menjadi sorotan utama: kinerja lini belakang Barcelona. Fakta menunjukkan bahwa barisan pertahanan tim ini tidak stabil. Dari 16 pertandingan terakhir di semua kompetisi, Barcelona hanya sekali mencatatkan hasil tanpa kebobolan. Hal ini menunjukkan bahwa masalah serius sedang dihadapi oleh tim asuhan Hansi Flick.
Dalam hal ini, Persib Bandung justru tampil lebih baik. Tim asal Indonesia ini mampu meraih delapan clean sheet dalam jumlah pertandingan yang sama. Ini menjadi bukti bahwa pertahanan Maung Bandung lebih kokoh dibandingkan Barcelona.
Sejak kemenangan 3-0 atas Getafe pada 21 September 2025, Barcelona hanya sekali lagi tidak kebobolan, yaitu saat mengalahkan Athletic Bilbao dengan skor 4-0. Namun, dalam pertandingan lainnya, gawang Barcelona selalu kemasukan.
Beberapa tim seperti Oviedo, Real Sociedad, Girona, Olympiacos, Elche, Alaves, Atletico Madrid, dan Eintracht Frankfurt berhasil mencetak gol ke gawang Barcelona. Bahkan, beberapa tim lain seperti Paris Saint-Germain, Real Madrid, dan Celta Vigo mampu mencetak dua gol dalam pertemuan melawan Barcelona.
Club Bruges, Chelsea, dan Real Betis bahkan berhasil mencetak tiga gol. Sementara itu, Sevilla menjadi tim yang paling sering menggetarkan gawang Barcelona dengan empat gol dalam satu pertandingan.
Meskipun demikian, Barcelona tetap mampu memenangi sejumlah pertandingan meski kebobolan lebih dulu. Pelatih Hansi Flick mengakui bahwa kemampuan tim untuk bangkit setelah tertinggal adalah indikasi kuat dari mentalitas dan semangat pemain.
"Di satu sisi, saya sangat senang dengan bagaimana kami comeback, karena itu menunjukkan banyak sekali sikap dan mentalitas kami," ujar Flick.
"Akan tetapi, kadang-kadang rasanya menyenangkan bisa start dengan bagus dan mencetak gol lebih dulu."
"Namun, ya beginilah yang terjadi."
"Saya sangat menghargai apa yang sudah dilakukan tim pada hari ini."
"Kami bermain dengan fantastis di dalam pertahanan dan tidak mudah menciptakan peluang-peluang bagus," tambahnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar