
Kepedulian Pertamina dalam Mendukung Masyarakat Terdampak Bencana
PT Pertamina (Persero) bersama Dinas Kesehatan Kota Miang dan Gabungan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Kota Medan, telah menyalurkan sebanyak 45.000 liter air siap minum ke sejumlah titik yang padat penduduk dan terdampak bencana cukup berat serta jarang mendapat bantuan. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Desa Pahlawan, Kampung Durian, dan Lapas Kampung Dalam.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Peduli bertujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebagai wujud kepedulian, Pertamina tidak hanya fokus pada penyediaan energi, tetapi juga pada bantuan kemanusiaan yang sangat mendesak untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga terdampak bencana.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa perusahaan berupaya merespons kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh sumber daya dan personel. Ia juga mengapresiasi berbagai pihak yang turut membantu sehingga air bersih dapat tiba di Aceh Tamiang.
Salah satu relawan Pertamina Peduli dari Technical Planning Manager JOB Pertamina–Medco Simenggaris Subholding Upstream Pertamina, Neni Herawati, menjelaskan bahwa pengiriman air bersih ke Aceh Tamiang rencananya dilakukan pada 4 Desember 2025, namun tertunda karena akses jalan masih terputus dan sulit dilalui. Suplai air berasal dari wilayah Berastagi, Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara yang berjarak sekitar 190 kilometer.
“Mobilisasi air bersih terhambat karena akses jalan terputus, sehingga armada truk pengangkut air mencari jalan alternatif atau menunggu air surut. Tantangan lain adalah kapasitas angkut mobil air yang terbatas, namun karena air menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak, Pertamina berkomitmen untuk terus menyalurkan air bersih setiap hari,” ujar Neni.
Menurutnya, program ini akan terus berlanjut hingga sumber air sumur masyarakat kembali normal, layanan air beroperasi, atau Water Treatment Plant (WTP) dapat dipasang untuk memproduksi air bersih di beberapa titik.
Di tengah kelangkaan air bersih di Kota Tamiang, keberhasilan penyaluran bantuan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. “Berkat dukungan rekan-rekan Wanadri dan Gabungan Mapala Medan, akses menuju lokasi-lokasi sulit dapat kami tembus sehingga air bersih siap minum dapat tersalurkan kepada masyarakat. Kami telah berencana memproduksi air bersih melalui WTP, sehingga masyarakat bisa memiliki beberapa titik pasokan air yang lebih stabil,” tambah Neni.
Jika ketersediaan armada truk pengangkut air bertambah, lanjutnya, Pertamina Peduli akan meningkatkan volume distribusi termasuk untuk mendukung kebutuhan RSUD dan Puskesmas di wilayah terdampak di Aceh Tamiang.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, menambahkan bahwa bantuan ini sangat penting bagi keselamatan warga. “Masyarakat di sini benar-benar kesulitan air minum. Banyak yang selama ini bertahan hidup dengan menggunakan air hujan atau menyaring air genangan seadanya. Sepanjang proses pengisian air bersih, warga terus mendoakan dan berterima kasih kepada Pertamina, Wanadri dan seluruh relawan,” ujarnya.
Selain dalam pengadaan air bersih, Pertamina juga menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Aceh Tamiang dalam mendukung pemulihan layanan kesehatan. “Pertamina telah berkomitmen membantu proses pemulihan Kota Aceh Tamiang, termasuk reactivasi beberapa Puskesmas. Hari ini tim mulai melakukan survei untuk menentukan Puskesmas yang akan dibersihkan dan diaktifkan kembali dalam waktu dekat,” jelas Neni.
Kolaborasi dalam Penyediaan Air Bersih
Pertamina Peduli terus berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat terdampak bencana memiliki akses yang cukup terhadap air bersih. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Pemetaan Wilayah Terdampak: Melalui survei dan koordinasi dengan pihak lokal, Pertamina menentukan daerah-daerah yang paling membutuhkan bantuan.
- Peningkatan Kapasitas Pengangkutan: Dengan menambah armada truk pengangkut air, Pertamina berharap dapat meningkatkan volume distribusi agar lebih efisien.
- Pembangunan WTP: Perencanaan pembangunan Water Treatment Plant di beberapa titik akan memastikan pasokan air bersih yang lebih stabil dan berkelanjutan.
- Kolaborasi dengan Relawan Lokal: Kerja sama dengan organisasi seperti Wanadri dan Mapala Medan sangat penting dalam mengatasi tantangan akses jalan dan memastikan bantuan sampai ke lokasi yang paling sulit.
Dengan komitmen yang kuat, Pertamina Peduli berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pemulihan masyarakat yang terdampak bencana, baik secara langsung maupun melalui inisiatif jangka panjang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar