Pesan Muslim dalam Perayaan Natal di Gereja Petra Pante Deere-Alor

Pesan Muslim dalam Perayaan Natal di Gereja Petra Pante Deere-Alor

Perayaan Natal Bersama di Gereja Petra Banghabara Toblang

Pada hari Kamis, 11 Desember 2025, Pemuda Gereja Kemah Injil Petra Banghabara Toblang di Pante Deere, Kabola, Kabupaten Alor menggelar perayaan natal bersama. Acara ini menjadi momen penting bagi umat kristen setempat untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus dengan penuh sukacita dan kebersamaan.

Dalam acara tersebut, tokoh muda muslim, Alan Maley, beserta rekan-rekannya turut diundang untuk hadir. Selain sebagai tamu undangan, Alan diberikan kesempatan oleh Pendeta dan panitia acara untuk menyampaikan pesan natal. Ini menunjukkan adanya komitmen untuk memperkuat kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut.

Alan dalam pidatinya awalnya menyampaikan terima kasih kepada Pendeta dan jemaat yang telah memberikan kesempatan baginya untuk berbicara. Ia menjelaskan bahwa meskipun natal adalah hari raya bagi umat kristen, hal ini tidak menghilangkan dukungan dari agama lain. Dukungan itu bukan hanya berupa ucapan selamat, tetapi juga tindakan nyata seperti menjaga kedamaian dan ketertiban agar perayaan berjalan lancar.

Ia menegaskan bahwa dirinya berdiri di depan para pendengar atas dasar kasih dan izin dari semua pihak. Oleh karena itu, ia mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah mengundang dirinya dan teman-temannya. Di kesempatan itu, Alan secara pribadi mengucapkan selamat natal kepada semua bapa dan ibu, khususnya umat kristen di Kabupaten Alor.

Momen natal kali ini menjadi salah satu yang paling bahagia bagi umat kristen di dunia, khususnya di Kabupaten Alor. Alan menyebutkan bahwa meski di tempat lain masih ada dinamika sosial, di Alor masyarakat tetap menjaga kerukunan dan keberagaman yang telah diwariskan oleh leluhur mereka.

Alan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat nilai toleransi dan menciptakan hubungan baik antar umat beragama. Menurutnya, tidak seharusnya perbedaan mayoritas dan minoritas menjadi penghalang. Sebaliknya, semua orang hidup dalam rumah yang sama. Ia menyatakan bahwa dirinya mewakili pemuda muslim yang berdiri di depan sini, membuktikan bahwa persahabatan tidak dibedakan oleh agama. Di Alor, masyarakat hidup dalam balutan persaudaraan yang kaya akan kemajemukan bahasa, budaya, dan agama.

Di akhir pesannya, Alan menekankan pentingnya menjadikan natal sebagai momen kasih dan penuh hikmat bagi semua pihak. Ia berharap, melalui perayaan natal ini, masyarakat dapat lebih memperkuat ikatan kebersamaan dan saling menghargai dalam keberagaman.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan