
Perayaan Natal di Gereja Katedral Jakarta
Kardinal Ignatius Suharyo memimpin misa pontifikal perayaan Natal di Gereja Katedral, Jakarta Pusat. Dalam homilinya, ia menyampaikan pesan Natal dari mendiang Paus Fransiskus kepada umat. Pesan tersebut mengandung beberapa makna penting yang relevan dengan kondisi dunia saat ini.
Pesan Paus Fransiskus tentang Tahun Suci
Paus Fransiskus pernah menekankan pentingnya penetapan tahun suci dalam situasi dunia yang penuh ketidakadilan. Ia menyoroti bagaimana banyak manusia terjebak dalam perilaku menyimpang, mulai dari memuja kekayaan hingga melakukan praktik korupsi. Hal ini menjadi perhatian serius bagi para pemimpin agama dan masyarakat secara umum.
Bahaya Ketergantungan pada Uang
Suharyo mengutip peringatan Paus Fransiskus terkait bahaya ketergantungan pada uang. Menurutnya, menjadikan uang sebagai sandaran utama hidup dapat mengikis nilai kemanusiaan serta merendahkan martabat seseorang. Paus Fransiskus menegaskan bahwa kebaikan dan kebahagiaan tidak boleh bergantung sepenuhnya pada uang.
"Paus Fransiskus mengatakan, 'janganlah jatuh ke dalam pola pikir yang mengerikan yang beranggapan bahwa kebaikan, kebahagiaan bergantung kepada uang, dan bahwa dibandingkan dengan uang semua yang lain tidak ada nilai dan martabatnya. Kekerasan yang ditimpakan kepada orang lain, lebih menumpuk kekayaan yang berlumuran darah tidak akan mampu membuat seorang pun tetap berkuasa dan tidak mati'," jelas Suharyo.
Penyikapan Terhadap Ketidakadilan
Paus Fransiskus juga menyampaikan pesan tentang ketidakadilan. Ia menyebutkan bahwa banyak orang yang tidak memiliki suara karena teriakan mereka diredam dan dibenamkan oleh sikap acuh tak acuh orang-orang yang berkuasa. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh umat untuk lebih peka terhadap kesenjangan sosial dan ketidakadilan yang terjadi di sekitar kita.
"
Mengenai ketidakadilan, Paus Fransiskus menyatakan, saya kutip, 'di dalam dunia dewasa ini, betapa banyak luka yang ditanggung oleh orang-orang yang tidak mempunyai suara karena teriakan mereka diredam dan dibenamkan oleh sikap acuh tak acuh orang-orang yang berkuasa.'"
Korupsi sebagai Dosa Berat
Selain itu, Suharyo juga menyampaikan pesan Paus Fransiskus tentang korupsi. Paus menilai korupsi sebagai perbuatan yang menimbulkan dosa berat. Ia menegaskan bahwa korupsi membuat manusia tidak bisa melihat masa depan dengan harapan.
"Mengenai korupsi dengan hati yang pedih Paus Fransiskus menulis begini 'luka-luka bernanah akibat korupsi merupakan dosa berat yang berteriak keras ke surga untuk mendapatkan pembalasan. Karena luka itu merongrong data-data kehidupan pribadi dan masyarakat," tutur Suharyo.
"Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan, karena keserakahan yang dzalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang paling miskin diantara kaum miskin. Korupsi adalah skandal publik yang berat."
Kesimpulan
Melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh Paus Fransiskus, Kardinal Suharyo menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan, menghindari ketergantungan pada uang, serta mengambil tindakan nyata untuk mengatasi ketidakadilan dan korupsi. Pesan-pesan ini menjadi renungan mendalam bagi seluruh umat Kristen dan masyarakat luas dalam merayakan Natal.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar