
Peraturan Baru untuk Keselamatan Pengguna Transportasi Umum di Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pengguna transportasi umum. Ia menekankan bahwa seluruh driver Suroboyo Bus dan Feeder Wira-Wiri harus mematuhi batas kecepatan serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan, seperti ugal-ugalan atau menyalip sembarangan.
Pernyataan ini disampaikan saat Eri memimpin apel pagi bersama jajaran Dinas Perhubungan (Dishub), para driver dan helper Suroboyo Bus serta Feeder Wira-Wiri, hingga juru parkir di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), pada Selasa (30/12). Ia menegaskan pentingnya keselamatan dalam beroperasi sebagai bagian dari layanan publik.
“Saya mengingatkan para driver dan helper agar selalu berhati-hati di jalan, tidak ugal-ugalan, tidak saling menyalip kanan-kiri, dan mengutamakan keselamatan penumpang. Mereka membawa warga Surabaya, sehingga wajib berkendara dengan sopan, ramah, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, setiap petugas kini harus menandatangani surat pernyataan yang mengikat. Jika terbukti berkendara ugal-ugalan atau melanggar standar keselamatan, mereka akan langsung diberhentikan tanpa kompromi.
“Seluruh driver dan helper diwajibkan menandatangani surat pernyataan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, termasuk berkendara ugal-ugalan, maka akan langsung diberhentikan dari layanan Wira-Wiri maupun Suroboyo Bus,” terangnya.
Teknologi Pendukung Keselamatan
Untuk mendukung keselamatan pengguna, armada Wira-Wiri telah dipasang alarm pengaman yang berbunyi otomatis ketika kendaraan melaju di atas 40 km/jam. Sistem ini memastikan kecepatan driver tetap terkendali dan keselamatan penumpang terjaga.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga mewajibkan tes urine secara berkala. Langkah ini memastikan semua driver dalam kondisi prima saat melayani masyarakat. Eri menekankan bahwa etika pelayanan sama pentingnya dengan kemampuan mengemudi. Keramahan, kehati-hatian, dan tanggung jawab menjadi standar minimum yang harus dipenuhi setiap petugas.
Kepedulian Terhadap Kualitas Layanan
Eri mengingatkan bahwa etika pelayanan sama pentingnya dengan kemampuan mengemudi. Keramahan, kehati-hatian, dan tanggung jawab menjadi standar minimum yang harus dipenuhi setiap petugas.
“Kami ingin transportasi publik yang aman dan terpercaya. Semua sistem ini dibuat untuk melindungi warga Surabaya,” tutur Eri.
Dengan adanya aturan dan teknologi pendukung, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi umum. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan lingkungan transportasi yang lebih baik bagi warga kota.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar