Pesawat Airbus Ungguli Boeing, Jadi Pilihan Utama Maskapai China


BEIJING, nurulamin.pro–
Perusahaan pesawat asal Eropa, Airbus, kembali mencatatkan pencapaian signifikan di pasar penerbangan Tiongkok setelah menerima komitmen pembelian ratusan pesawat dari berbagai maskapai dan perusahaan leasing negara.

Dalam dua hari berturut-turut, Airbus berhasil meraih konfirmasi pembelian sebanyak 148 pesawat dari keluarga A320. Pesanan ini memperkuat posisi Airbus di Tiongkok, yang merupakan salah satu pasar penerbangan terbesar di dunia. Di sisi lain, pesaing utamanya, Boeing, masih menghadapi tantangan dalam menembus pasar Tiongkok selama beberapa tahun terakhir.

Pesanan besar dari maskapai Tiongkok

Maskapai nasional Tiongkok, Air China, mengumumkan rencana pembelian 60 pesawat penumpang berbadan sempit A320neo dari Airbus dengan nilai katalog mencapai 9,53 miliar dolar AS (sekitar Rp 158 triliun). Pesawat-pesawat tersebut akan dikirim secara bertahap antara tahun 2028 hingga 2032.

Dalam pernyataannya, Air China menyebut bahwa Airbus memberikan "diskon besar" dari harga katalog serta fasilitas kredit yang bisa digunakan untuk pelunasan akhir atau pembelian produk dan layanan Airbus lainnya. Meski demikian, kesepakatan ini masih menunggu persetujuan dari pemegang saham perusahaan dan pemerintah Tiongkok.

Sehari sebelumnya, Airbus juga menerima pesanan tambahan dari dua maskapai Tiongkok lainnya, yaitu Juneyao Air dan Spring Airlines. Masing-masing maskapai tersebut sepakat membeli 25 dan 30 pesawat A320neo dengan total nilai katalog sekitar 8,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 136 triliun). Kedua pesanan tersebut juga masih menunggu persetujuan dari regulator dan pemegang saham.

Selain dari maskapai, pesanan besar datang dari perusahaan leasing milik negara, China Aircraft Leasing Group Holdings (CALC), yang menandatangani kesepakatan pembelian 30 unit A320neo. Pengiriman pesawat-pesawat tersebut dijadwalkan rampung sebelum 2033. Dengan pesanan terbaru ini, total pesanan CALC kepada Airbus mencapai 282 pesawat, menjadikannya salah satu klien lessor terbesar Airbus.

“Dengan pesanan ini, CALC memperkuat visi strategis kami untuk pertumbuhan berkelanjutan dan kembali menunjukkan keyakinan kami terhadap prospek jangka panjang industri penerbangan global,” ujar Direktur Eksekutif dan CEO CALC, Mike Poon. Ia menambahkan, “Kami bangga dapat tumbuh bersama Airbus dan terus menyediakan solusi pesawat modern bernilai tinggi bagi pelanggan maskapai kami di seluruh dunia.”

Airbus unggul, Boeing masih tertinggal

Airbus menyambut positif rangkaian pesanan besar dari Tiongkok tersebut. Seorang juru bicara Airbus mengatakan perusahaan “senang dengan keputusan ini dan menantikan finalisasi pesanan” dalam waktu dekat. Sementara itu, Wakil Presiden Eksekutif Penjualan Pesawat Komersial Airbus, Benoit de Saint-Exupery, menyebut pesanan tersebut sebagai “dukungan kuat terhadap keluarga A320neo”.

Keberhasilan Airbus ini kontras dengan kondisi Boeing di Tiongkok. Produsen pesawat asal Amerika Serikat itu terakhir kali mengamankan kesepakatan besar di Tiongkok pada November 2017, ketika menjual 300 pesawat saat kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Beijing. Sejak saat itu, bisnis Boeing di Tiongkok mengalami penurunan akibat berbagai masalah keselamatan pesawat di negara lain serta memburuknya hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok.

Meski demikian, anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Adam Smith, sempat mengisyaratkan kemungkinan kesepakatan besar bagi Boeing saat memimpin delegasi bipartisan ke Tiongkok pada September lalu. Selain itu, Bloomberg melaporkan bahwa Boeing tengah berdiskusi untuk menjual hingga 500 pesawat kepada pembeli Tiongkok, meski belum ada pengumuman resmi hingga kini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan