
Wisata Edukasi Anggur yang Menarik Perhatian Kota Malang
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, tersembunyi sebuah tempat wisata yang layak dikunjungi. Tempat tersebut adalah kebun edukasi anggur bernama Duta PengAngguran. Terletak di kompleks Polbangtan II Kementerian Pertanian, Jalan IR Rais, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, kebun ini berdiri di lahan seluas 1 hektar.
Berbagai Jenis Anggur yang Tersedia
Kebun edukasi ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, yaitu bisa belajar tentang berbagai varian tanaman anggur dan bahkan memetik sendiri buah anggur sesuai keinginan. Duta PengAngguran telah diresmikan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat pada awal Desember dan aktif beroperasi penuh sejak Sabtu (20/12/2025).
Pengelola kebun, Dwi Supriyanto, menjelaskan bahwa pendirian kebun ini bermula dari melihat peluang besar anggur di Indonesia. Saat ini, Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan pasar. Di kebun ini, terdapat 55 varian anggur yang ditempatkan di greenhouse terpisah.
Budidaya dengan Teknik Modern
Teknik budidaya yang digunakan menggabungkan ilmu dari Jepang dan Thailand, lalu diimplementasikan sesuai kondisi di Indonesia, khususnya di Malang. Beberapa jenis anggur yang diminati pengunjung antara lain Gozv, Tamaki, Yummi Rembo, Isabela, dan Red Master.
Selain bisa memetik buah anggur, pengunjung juga dapat mencicipi olahan lain seperti minuman teh daun anggur, kripik daun anggur, stik daun anggur hingga bakso dengan campuran daun anggur.
Fungsi Sebagai Ruang Edukasi
Selain sebagai tempat wisata, Duta PengAngguran juga berfungsi sebagai ruang edukasi yang terintegrasi. Pengunjung dapat belajar cara menanam, merawat hingga memanen anggur dengan hasil maksimal. Banyak rombongan pelajar, mulai dari santri Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, SMK Negeri 1 Malang, mahasiswa Universitas Brawijaya hingga perwakilan BUMN datang kesini belajar langsung.
Pengelola juga mengajarkan bahwa menanam anggur tidak perlu lahan luas. Cukup lewat konsep urban farming, anggur bisa ditanam dalam pot lalu diletakkan di greenhouse berukuran kecil.
Potensi Ekonomi dan Perubahan Pandangan
Dengan metode penanaman dan budidaya yang tepat, hasil yang diraih dapat maksimal. Saat ini, harga jual anggur cukup tinggi yaitu Rp 100 ribu per kilogram. Selain itu, pengelola ingin merubah cara pandang generasi muda terhadap profesi petani.
Mereka menunjukkan bahwa bertani merupakan pekerjaan yang keren, bersih dan menggunakan peralatan modern.
Pengalaman Pengunjung
Salah satu pengunjung, Citra Ningtyas, mengaku senang bisa memetik anggur secara langsung. Ia bisa memilih beragam varian anggur yang tersedia. "Belum pernah metik anggur, baru pertama kali ini. Ini saya petik anggur jenis Tamaki serta Gozv, rasanya segar dan manis."
Ia mengetahui tempat ini dari saudara dan memanfaatkan akhir pekan untuk langsung datang ke sini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar