
Laporan Wartawan nurulamin.pro, Adi Ramadhan Pratama
nurulamin.pro, BANDUNG -Kabut tipis menyelimuti kawasan Kawah Putih, Rancabali, Kabupaten Bandung, saat antrean kendaraan mulai mengular sejak pagi.
Memasuki awal tahun 2026, objek wisata yang berada di ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut itu masih menjadi magnet bagi wisatawan dari berbagai daerah.
Kendaraan pribadi hingga bus pariwisata silih berganti merayap menuju kawasan wisata.
Di depan loket masuk, wisatawan tampak berbaris rapi menunggu giliran menuju puncak kawah.
Sebagian menghangatkan diri sambil berbincang, sebagian lain tak melewatkan momen dengan mengabadikan suasana pagi yang dingin.
Setibanya di sekitar kawah, aroma belerang mulai tercium cukup menyengat. Namun, hal itu tak menyurutkan langkah pengunjung.
Mereka justru langsung menuju danau purba berwarna hijau tosca yang menjadi ikon Kawah Putih.
Kamera ponsel pun kembali terangkat, mengabadikan lanskap eksotis yang tersaji di hadapan mata.
Ada yang memilih berjalan perlahan menyusuri area kawah, menikmati hawa sejuk pegunungan.
Ada pula yang larut dalam hiruk-pikuk pengunjung lain, suara tawa bercampur dengan kabut yang sesekali turun, menciptakan kesan magis nan menakjubkan.
Dari sekian banyak wisatawan yang terhipnotis keindahan kawah, Sri Boemi (40) salah satunya.
Bersama keluarga, dirinya tidak henti-henti menurunkan ponselnya untuk mengabadikan gambar. Sesekali, ia terdiam memerhatikan sekeliling, dengan mata yang berbinar-binar.
Bagi Sri dan keluarganya, pengalaman berkunjung ke Kawah Putih merupakan hal yang baru. Sebab, di kota kelahirannya yaitu Bekasi, tidak hal indah seperti ini.
"Bagus banget, kayak sekejap sudah bagus. Dari google, kawahnya kaya kecil, ternyata luas banget gak ekspektasi," ujarnya kepada Tribun Jabar pada Sabtu (3/1/2025).
Selama di area kawah, ia tidak bisa berhenti mengucapkan "subhanallah". Sri, tidak menyangka keindahan alam seperti ini hadir karena fenomena menakutkan di masa lalu.
Meskipun sesekali merasa mual, bahkan pusing. Dirinya dan keluarga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus menikmati keindahan alamnya.
"Worth it banget pokoknya. Engga sia-sia dateng ke sini jauh, liat kekuasaan tuhan dengan mata sendiri. Tapi lama kelamaan mah pusing juga. Secara keseluruhan mantap," katanya.
Tak hanya Sri dan keluarga, Efendi Gazali (33), wisatawan asal Tasikmalaya yang jauh-jauh niat berkunjung ke Kawah Putih.
Dengan mengenakan jaket tebal, dirinya terlihat berdiam diri di atas baru batu besar. Sambil memasukan tangan ke saku celana, Efendi mengamati sekeliling.
"Saya mah liat pemandangan saja. Biarin istri sama anak yang foto-foto. Saya cuma ngeliat pakai mata juga sudah bikin merinding liat keindahan kawah," ucapnya.
Efendi menceritakan bahwa kunjungan ke Kawah Putih bukanlah hal yang pertama baginya. Dirinya sebelumnya pernah datang sebelum mempinang istri.
Walaupun begitu, berkunjung ke Kawah Putih tidak sekalipun membuat dirinya bosan. Terlebih kawah putih saat ini memiliki tempat baru yaitu "Sunan Ibu".
"Dulu belum ada tempat kaya gitu. Masih kawah saja. Tapi entah kenapa, setiap kali datang ke sini bawaannya kangen terus. Dulu masih single, sekarang bawa keluarga, aneh," ujarnya.
Sementara itu, Manager Cluster Ciwidey Perhutani Alam Wisata (Palawi) Risorsis, Bella Baroqah, mengatakan animo wisatawan ke Kawah Putih selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 ini mengalami peningkatan signifikan.
"Animo masyarakat masih sangat tinggi untuk di Kawah Putih, terlebih semalam tahun baru. Bisa dilihat ada beberapa wisatawan, baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke sini," katanya.
Bella mengungkapkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tahun ini mencapai sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan data yang dimiliki pengelola, sejak libur Natal dan Tahun Baru 2026 tercatat sudah ada sekitar 39 ribu wisatawan telah berkunjung ke Kawah Putih.
"Kami mengalami peningkatan jumlah kunjungan yang cukup signifikan ke Kawah Putih, sekitar 25 sampai 30 persen. Itu persentase dibandingkan dengan kunjungan wisatawan tahun lalu," ucapnya.
Meski demikian, tingginya arus wisatawan diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. Bella menyebut, masa libur anak sekolah masih berlangsung hingga 12 Januari 2026.
"Tapi kemungkinan angka tersebut masih akan terus bertambah sampai dengan minggu kedua Januari, masih ada animo dari masyarakat," ujarnya.
Dari segi arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung memprediksi arus balik libur Natal dan Tahun Baru 2026 akan terjadi mulai hari ini, Sabtu (3/1/2026).
Di mana pada pagi hingga siang harinya, peningkatan volume kendaraan khususnya ke kawasan Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira) serta Pangalengan akan tetap terjadi.
Namun menjelang sore hari hingga Minggu (4/1) siang, kendaraan arus balik dari Pacira ataupun Pangalengan menuju ke Bandung untuk pulang akan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.
"Karena hari ini akhir pekan, Jumat (2/1) malam hingga Sabtu (3/1) siang, grafiknya akan meningkat dari arah Soreang ke objek wisata. Namun Sabtu siang menuju Minggu (4/1), grafiknya akan meningkat dari arah objek wisata ke Soreang," Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo.
Hal tersebut terlihat, dari adanya lonjakan arus lalu lintas yang melintas ke jalur Pacira dan Pangalengan. Berdasarkan data, per Jumat pukul 24.00 WIB, wisatawan masih bergerak ke objek wisata.
Untuk jalur Pacira, kendaraan yang melintas mencapai 57.764 unit. Arah Soreang menuju Ciwidey tercatat sebanyak 29.566 kendaraan, hal itu terjadi peningkatan 34,13 persen dari lalu lintas harian rata rata.
Sedangkan dari arah Ciwidey menuju Soreang tercatat ada sebanyak 28.198 kendaraan yang melintas atau mengalami peningkatan sebesar 21,28 persen dari lalu lintas harian rata rata.
Untuk kawasan jalur Pangalengan, penurunan arus kendaraan sudah mulai terlihat. Di mana berdasarkan data Dishub, kendaraan yang melintas per Jumat, pukul 24.00 WIB, hanya mencapai 43.754 unit.
Dari arah Pangalengan menuju Banjaran, tercatat sebanyak 22.585 kendaraan yang melintas. Sedangkan dari arah Banjaran menuju Pangalengan tercatat ada sebanyak 21.169 kendaraan.
"Jadi untuk kunjungan wisatanya akan kembali itu diprediksi mulai dari hari Sabtu siang ini sampai dengan Minggu siang. Ya, prediksi kami nyicil-nyicil tidak sekaligus dalam waktu yang bersamaan," katanya. (*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar