Presiden AS Donald Trump Mengancam Nicolas Maduro dengan Kekerasan dan Penutupan Wilayah Udara Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan peringatan keras kepada Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa AS dapat menggunakan kekerasan jika Maduro tidak mundur secara sukarela. Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Trump mengumumkan bahwa wilayah udara di atas dan di sekitar Venezuela harus dianggap ditutup seluruhnya.
“Kepada seluruh Maskapai Penerbangan, Pilot, Pengedar Narkoba, dan Pedagang Manusia, mohon pertimbangkan bahwa WILAYAH UDARA DI ATAS DAN DI SEKITAR VENEZUELA DITUTUP SELURUHNYA. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini! PRESIDEN DONALD J. TRUMP,” tulis Trump di akun Truth Social-nya.
Pernyataan tersebut memicu spekulasi apakah Trump sedang mengisyaratkan perubahan kebijakan baru atau hanya menambah tekanan terhadap Maduro. Hal ini terjadi setelah beberapa bulan operasi militer AS di Laut Karibia dan Pasifik timur, di mana pasukan Amerika berulang kali menargetkan kapal-kapal kecil yang dituduh menyelundupkan narkotika. Lebih dari 80 orang tewas dalam serangan maritim ini sejak awal September.
Selama beberapa bulan terakhir, AS juga menerbangkan pesawat pengebom strategis di dekat wilayah udara Venezuela dan mengerahkan kapal induk USS Gerald R. Ford ke kawasan tersebut. Kedatangan kapal induk ini dinilai sebagai unjuk kekuatan terbesar AS di Karibia dalam beberapa dekade. Misi yang dijuluki “Operasi Southern Spear” kini mencakup hampir selusin kapal Angkatan Laut dan sekitar 12.000 pelaut serta marinir.
Mengapa Trump Mengancam Venezuela dan Nicolas Maduro?
Menurut laporan HindustanTimes.com, ketegangan antara AS dan Venezuela meningkat drastis pada tahun 2025, ketika Trump mengesahkan pengerahan militer dan serangan udara yang memicu kekhawatiran terjadinya konflik langsung. Trump sebelumnya berjanji untuk menghentikan peredaran narkoba seperti fentanil selama kampanye 2024. Sejumlah serangan dilaporkan dilancarkan terhadap dugaan operasi perdagangan narkotika.
AS juga menegaskan bahwa mereka tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela. Pada bulan Maret, Trump menandatangani proklamasi yang melabeli organisasi kriminal Venezuela, Tren de Aragua, sebagai Organisasi Teroris Asing. Proklamasi tersebut menuduh kelompok itu menyusup ke AS dan melancarkan “perang tidak teratur” terhadap komunitas Amerika. Pejabat AS bahkan menuduh Maduro memainkan peran kunci dalam Kartel de los Soles dan menggunakan perdagangan narkoba sebagai senjata untuk membanjiri AS dengan narkotika ilegal.
Maduro berulang kali membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan Washington merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menggulingkan rezimnya dan menguasai sumber daya alam Venezuela yang sangat melimpah. Pada bulan Agustus, Departemen Luar Negeri AS menggandakan hadiah bagi informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi US$50 juta. Departemen itu menuduh Maduro mengawasi perusahaan narkoba multinasional yang bertanggung jawab atas pengiriman kokain massal dan memfasilitasi pembentukan geng-geng bersenjata di seluruh negara.
Sekutu Venezuela
Jika ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela terus memburuk dan memicu konflik langsung, negara mana saja yang berpotensi membantu Venezuela? Berikut daftar rekan global Venezuela:

1. Rusia
Rusia tetap menjadi pendukung paling signifikan bagi Venezuela. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengumumkan bulan lalu bahwa Moskow menjalin kontak erat dengan Venezuela dan memantau situasi di Karibia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan bahwa Kremlin mengecam penggunaan kekuatan militer berlebihan oleh Amerika Serikat dalam operasi antinarkoba. “Tindakan tersebut melanggar undang-undang domestik AS dan norma hukum internasional,” ujarnya.
Komentar itu muncul setelah Maduro dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Moskow pada bulan Mei dan menandatangani perjanjian strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang minyak dan energi. Rusia telah menjadi pemasok utama peralatan militer Venezuela selama beberapa dekade. Venezuela membeli sekitar 20 jet tempur Sukhoi pada 2000-an, yang kini dianggap ketinggalan zaman dibanding pesawat AS seperti B-2. Militer Venezuela juga memiliki helikopter, tank, dan sekitar 5.000 rudal Igla buatan Rusia.
2. China
Saat Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menlu Venezuela Yván Gil di Beijing pada Mei, ia menggambarkan hubungan kedua negara sebagai hubungan persahabatan yang saling percaya serta kemitraan untuk pembangunan bersama. Selama masa pemerintahan Maduro, China menjadi mitra ekonomi dan ideologis yang kuat bagi Venezuela. “China siap bekerja sama dengan Venezuela untuk memperkuat persatuan, mempraktikkan multilateralisme, melindungi hak serta kepentingan sah kedua negara, dan mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan antara China dan Amerika Latin,” kata Wang Yi.
Ia juga menyampaikan peringatan keras terhadap AS, menyebut bahwa China dan negara-negara Amerika Latin siap menentang praktik hegemoni dan intimidasi. Hubungan kedua negara diperkuat dengan pinjaman Venezuela kepada China yang dilaporkan mencapai hingga US$10 miliar. Putra Maduro, Nicolás Maduro Guerra, mengatakan bahwa hubungan kedua negara sangat kuat dan bahwa Venezuela bersedia membayar utangnya. China juga merupakan pemain utama dalam industri minyak dan gas Venezuela. Pada 2007, China menyetujui paket kredit dan pinjaman minyak senilai US$50 miliar dengan Hugo Chavez.
3. Iran
Iran adalah sekutu politik dan ideologis Venezuela, dengan hubungan yang menguat sejak masa Hugo Chavez. Menlu Iran Seyed Abbas Araghchi bulan lalu mengutuk tindakan AS di Karibia sebagai “unilateralisme agresif” dan mengumumkan perluasan kerja sama bilateral dan multilateral dengan Venezuela. “Ancaman penggunaan kekuatan terhadap Venezuela merupakan pelanggaran yang jelas terhadap prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional,” ujarnya. Setelah Trump mengumumkan penutupan wilayah udara Venezuela, juru bicara Kemenlu Iran Esmail Baqaei menyebut langkah itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap norma serta aturan hukum internasional.
4. Turki
Hubungan bilateral Turki–Venezuela telah terjalin lebih dari tujuh dekade, meskipun dalam beberapa tahun terakhir lebih berfokus pada kemitraan ekonomi. Maduro terakhir kali mengunjungi Turki pada 2022, sementara kunjungan pertama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Caracas berlangsung pada 2018 dalam forum bisnis bersama. Pada akhir 2021, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar US$852 juta.
Keseimbangan Aliansi AS-Venezuela di Karibia
Sementara beberapa negara di Amerika Tengah dan Selatan menyuarakan dukungan terhadap Maduro, sejumlah negara tetangga Venezuela justru lebih condong ke AS. Kuba jelas suportif terhadap Venezuela. Sementara Republik Dominika, Puerto Riko, serta Trinidad dan Tobago lebih dekat dengan AS. Di sisi lain, Kolombia dan Guyana (tetangga langsung Venezuela) belum menunjukkan sikap yang tegas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar