
Makanan Tradisional yang Kaya akan Nilai Budaya dan Nutrisi
Tatar Pasundan memiliki berbagai olahan pangan lokal yang unik dan khas. Banyak orang Sunda menyukai makanan mentah yang biasa disajikan sebagai lalapan. Contohnya adalah poh-pohan, boros kunci, combrang, surawung, leunca, dan takokak. Selama makanan tersebut terjamin baik, sehat, dan halal, maka tidak perlu terlalu memilih rasa.
Pengalaman masa kecil saya di sebuah perkampungan dekat kebun karet dan coklat menjadi dasar kebiasaan mengonsumsi makanan dari alam. Pada tahun 90-an, saya sering menggembala kambing di perkebunan karet. Saat itu, kami sambil "asruk-asrukan" berjalan melewati semak-semak pohon karet, lalu mengumpulkan bijinya yang jatuh. Setelah sore tiba, biji karet tersebut saya berikan kepada nenek untuk diolah menjadi camilan ringan seperti "pop corn" rasa caramel. Rasanya sangat enak. Sejak saat itu, saya terbiasa mengonsumsi makanan yang berasal dari kebun, sehingga menegaskan bahwa kebun atau hutan merupakan sumber pangan lokal yang tidak bisa digantikan.
Keunikan Buah Picung
Salah satu contoh makanan tradisional yang saya temukan adalah picung. Buah ini saya dapatkan ketika melakukan babad alas kebon di Pasir Gede. Pohon picung termasuk tanaman langka. Di desa kami, jumlahnya tidak banyak, bahkan bisa dihitung dengan jari. Oleh karena itu, mari kita lestarikan pohon picung.
Picung memiliki bentuk buah yang mirip bola rugby dengan warna coklat. Di Inggris, buah ini dikenal sebagai "football fruit". Buah ini sering jatuh dan bisa diambil untuk diolah. Banyaknya aneka makanan tradisional di perkampungan menjadikan olahan pangan lokal selalu dicari dan dirindukan.
Proses Pengolahan Picung yang Perlu Hati-hati
Cara mengolah picung yang saya pelajari dari nenek telah diwariskan kepada istri saya untuk dijadikan tumis picung. Namun, proses penyajian tumis picung tidak mudah dan memerlukan kehati-hatian. Mengapa? Karena jika tidak tahu cara mengolahnya, bisa saja terjadi keracunan.
Proses pengolahan picung dimulai dengan membuka kulitnya, lalu terlihat daging buah dan bijinya. Daging buah harus direndam dalam air garam selama 4 hari. Lebih baik direndam di air mengalir seperti sungai. Tujuannya adalah untuk menghilangkan zat Glikosida sianogenetik yang dapat melepaskan hydrocyanic acid (asam sianida) yang cukup menyengat.
Manfaat dan Kandungan Nutrisi Picung
Biji picung yang dinamakan klewek digunakan sebagai bumbu masakan rawon. Untuk membuat klewek, biji picung harus ditimbun dalam tanah agar terjadi fermentasi dan warnanya berubah menjadi hitam.
Dalam buah picung terkandung karbohidrat, protein, serat, vitamin C, mineral, serta asam palmitat yang berguna untuk penyakit kulit. Setelah direndam, daging buah picung akan berwarna putih dan lembut.
Resep Tumis Picung yang Mudah Dibuat
Untuk membuat tumis picung, bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: picung, minyak goreng, cabai rawit, tomat, bawang merah dan putih, garam, serta gula. Cara memasaknya cukup mudah, yaitu dengan menumis semua bumbu hingga tercium wangi. Lalu masukkan picung yang sudah dicuci bersih. Tambahkan garam dan gula sesuai selera, dan jika perlu tambahkan penyedap rasa. Setelah matang, angkat dan tumis picung siap disajikan.
Kenikmatan Tumis Picung
Setelah mencoba tumis picung, rasanya seperti makan kacang tanah yang direbus. Pulen dan lembut. Tumis picung adalah makanan lokal yang kaya akan nutrisi dan memiliki nilai budaya yang tinggi. Mari kita nikmati dan lestarikan makanan tradisional ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar