Piodalan Pura di Bali Saat Tumpek Krulut, Cek Jadwal dan Lokasi!

Bali.nurulamin.pro
DENPASAR – Pada hari Sabtu, tanggal 3 Januari, berdasarkan kalender Bali, hari ini masuk Saniscara Kliwon Krulut. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan Tumpek Krulut sekaligus Purnama Kepitu. Hari ini menjadi momen penting bagi masyarakat Bali dalam merayakan berbagai perayaan keagamaan dan kebudayaan.

Sejumlah pura dan merajan di Bali menggelar upacara piodalan atau yang dikenal sebagai Dewa Yadnya. Upacara ini memiliki makna penting dalam rangka memulai proses pembersihan di setiap Parahyangan. Dalam tradisi Bali, piodalan diartikan sebagai perayaan hari jadi tempat suci. Upacara ini menjadi kewajiban bagi para krama Bali dalam menjalankan tanggung jawab mereka terhadap Ida Hyang Widi Wasa serta manifestasi-Nya yang bersemayam di Pura Kahyangan Desa.

Piodalan yang dilaksanakan di Pura Kahyangan Desa biasanya digelar setiap enam bulan sekali, namun ada juga yang dilakukan setahun sekali. Tujuan utama dari upacara ini adalah untuk menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera. Dalam lontar Sundari Gama, disebutkan bahwa siapa pun yang tidak memelihara dan melaksanakan kewajibannya di Pura Puseh, maka masyarakat akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sandang dan pangan.

Bagi krama yang tulus menjalankan kewajibannya kepada Ida Hyang Widi Wasa, maka kehidupan akan berjalan rukun dan tenteram. Berikut adalah daftar lokasi dan jadwal piodalan di Bali pada hari Sabtu, 3 Januari, saat Saniscara Kliwon Krulut:

  • Pura Pasek Gelgel Banjar Tengah Buleleng
  • Pura Dalem Pemuteran di Desa Jelantik Tojan - Klungkung
  • Pura Pedarmaan Bhujangga Waisnawa di Besakih
  • Pura Taman Sari Desa Gunungsari Penebel - Tabanan
  • Pura Dalem Tarukan di Bebalang Bangli
  • Pura Benua Kangin Besakih
  • Pura Merajan Kanginan (Ida Betara Empu Beradah) di Besakih

Setiap upacara piodalan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Tuhan, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga keseimbangan spiritual dan sosial dalam masyarakat Bali. Masyarakat yang hadir dalam upacara ini biasanya membawa sesajen dan melakukan doa-doa tertentu sebagai bentuk permohonan perlindungan dan keberkahan.


Selain itu, pelaksanaan piodalan juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan antar warga desa. Prosesi ini sering diiringi oleh tarian dan musik tradisional Bali yang menghadirkan suasana sakral dan penuh makna. Dengan adanya upacara ini, masyarakat Bali dapat merasa lebih dekat dengan alam semesta dan Tuhan Yang Maha Esa.

Dalam konteks modern, piodalan tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Bali. Meskipun banyak perubahan yang terjadi, upacara ini tetap dipertahankan sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai spiritual dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan