
Plaza Cikampek: Dari Puncak Kejayaan ke Kondisi yang Memprihatinkan
Plaza Cikampek dulu menjadi pusat keramaian di Karawang. Tempat ini sering dikunjungi oleh masyarakat, terutama saat akhir pekan. Di lantai atas pusat perbelanjaan, orang-orang bisa menikmati waktu dengan bermain dingdong, nongkrong, atau sekadar memandang lalu lalu kendaraan dari ketinggian. Namun, kini kondisinya jauh berbeda. Kawasan tersebut tampak kumuh dan semrawut, membuat banyak orang merasa kesal saat melewati Fly Over Cikampek.
Kondisi Plaza Cikampek kini sangat memprihatinkan. Sampah berserakan, aktivitas ekonomi nyaris mati, dan sekitar 400 ruko di dalam plaza telah ditinggalkan pemiliknya. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan bahwa masa kejayaan plaza harus dibangkitkan kembali agar perekonomian kembali berputar seperti sedia kala.
Inisiatif Pemkab Karawang untuk Menata Kembali Plaza Cikampek
Sebelumnya, Bupati Aep Syaepuloh menyatakan akan melakukan penataan besar-besaran pada kawasan Cikampek pada awal tahun 2026. Untuk persiapan penataan tersebut, ia bersama Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke wilayah Cikampek untuk melihat apa saja yang perlu ditata.
Bupati Aep mengunjungi kolong Fly Over Cikampek yang penuh gubuk dan bangunan liar. Ia juga melihat pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan memakan badan jalan serta angkutan umum yang berhenti tidak di Terminal Cikampek.
Pengaktifan Terminal Cikampek sebagai Lokasi Resmi Angkutan Umum
Salah satu keputusan penting dalam rapat tersebut adalah pengaktifan kembali Terminal Cikampek sebagai lokasi resmi angkutan umum, khususnya angkot dan elf. Dengan kebijakan ini, tidak diperbolehkan lagi kendaraan umum mangkal di bawah Jembatan Layang (Fly Over) Cikampek.
Tidak boleh ada lagi angkot dan elf yang mangkal di bawah jembatan Cikampek. Ini untuk mengurai kemacetan dan kesemrawutan yang selama ini sering terjadi di bawah fly over, tegas Aep dalam keterangannya pada Selasa (9/12/2025).
Penertiban Bangunan Liar dan Relokasi Pedagang Kaki Lima
Selain penataan transportasi, Pemkab Karawang juga akan menertibkan bangunan liar yang dinilai mengganggu estetika kawasan. Bangunan-bangunan tersebut rencananya akan dibongkar dan dialihfungsikan menjadi jalur pedestrian yang ramah bagi pejalan kaki.
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak penertiban akan direlokasi ke lokasi yang lebih representatif. PKL tetap kami perhatikan. Mereka akan dipindahkan ke tempat yang lebih layak dan tertata, ujarnya.
Proyek Strategis yang Diharapkan Tahun 2026
Pada tahun 2026, Pemkab Karawang menargetkan sejumlah proyek strategis di Cikampek, di antaranya pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP), Alun-Alun Cikampek, taman kecamatan, serta rencana renovasi Plaza Cikampek.
Menurut Bupati Aep, keberhasilan penataan kawasan Cikampek membutuhkan kerjasama dan kesadaran seluruh pihak. Dia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan agar tidak lagi muncul bangunan liar, kendaraan umum ngetem sembarangan, serta pelanggaran lalu lintas di perlintasan kereta api yang kerap memicu kemacetan.
Penataan ini butuh dukungan semua pihak, demi memastikan Cikampek menjadi lebih baik, tertib, dan nyaman, kata Aep.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar