
Pemulihan Listrik di Aceh Pasca-Bencana Banjir dan Longsor
Pemulihan jaringan listrik di Aceh setelah bencana banjir dan longsor terus menjadi fokus utama, mengingat pentingnya pasokan listrik bagi kehidupan masyarakat. PT PLN (Persero) telah berupaya keras untuk mempercepat pemulihan di wilayah-wilayah yang terdampak.
Dalam keterangan resmi mereka pada Senin (8/12/2025), PLN menyatakan bahwa listrik telah kembali menyala di empat kabupaten yang paling terdampak, yaitu Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Meski begitu, kondisi di lapangan masih menunjukkan perbedaan antara klaim PLN dan realitas yang dirasakan oleh warga.
Kondisi di Lapangan
1. Bener Meriah Masih Terisolasi
Kabupaten Bener Meriah mengalami situasi paling kritis. Wartawan Tribun Gayo, Budi Fatria, melaporkan bahwa jaringan listrik di seluruh Bener Meriah masih mati. "Listrik masih belum menyala," ujar Budi. Ia juga menyebutkan bahwa akses telekomunikasi di daerah tersebut lumpuh total, sehingga hanya bisa menggunakan fasilitas Kodim di bandara.
Harga kebutuhan pokok seperti Pertamax eceran mencapai Rp 60.000 hingga Rp 80.000 per liter, sementara pasokan logistik seperti beras semakin menipis. Enam kecamatan di Bener Meriah, yang mencakup 72 desa dan 46.611 jiwa, dilaporkan masih terisolasi sepenuhnya. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bahkan harus menerobos jalur Jalan KKA sebagai satu-satunya akses penghubung.
2. Aceh Tamiang Hanya 5 Persen yang Berlistrik
Di Aceh Tamiang, salah satu kabupaten dengan korban jiwa terbanyak, pemulihan listrik masih sangat terbatas. Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) setempat, Ishak Kureng, mengabarkan bahwa hanya 5 persen wilayah yang memiliki aliran listrik, terutama di Kecamatan Karang Baru. "Hampir semua kecamatan lain belum hidup listriknya," tambahnya.
Sebelumnya, PLN sempat mengklaim listrik mengalir di beberapa titik fasilitas publik seperti RSUD, posko pengungsian, dan kantor pemerintah. Namun, suplai ini berasal dari genset darurat yang dikirim dari Banda Aceh dan Langsa, bukan dari pemulihan jaringan utama.
3. Aceh Tengah Menunjukkan Titik Terang
Satu-satunya titik terang dilaporkan dari Takengon, Aceh Tengah. Seorang warga Bebesen melaporkan bahwa listrik sudah mulai mengalir kembali ke rumah-rumah, khususnya di kawasan Kampung Blang Kolak I, Kecamatan Bebesen sejak Minggu (7/12/2025) malam. Kondisi ini terpantau masih menyala pada Senin (8/12/2025) pukul 11.00 WIB.
4. Gayo Lues Masih dalam Kegelapan
Sementara itu, untuk wilayah Gayo Lues, kondisi telekomunikasi yang lumpuh total menyebabkan informasi terbaru terkait pemulihan kelistrikan maupun situasi umum belum dapat diakses.
Upaya PLN dan Dukungan Pemerintah
PT PLN (Persero) mengklaim adanya percepatan signifikan dalam pemulihan kelistrikan di Aceh, menyusul rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penanganan bencana alam Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Minggu (7/12/2025). Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bersama jajaran menteri dan pemerintah daerah.
Menteri Bahlil melaporkan bahwa pemulihan kelistrikan di empat kabupaten yang terdampak parah berjalan lancar berkat kolaborasi berbagai pihak. "Alhamdulillah, pemulihan kelistrikan di empat kabupaten berjalan lancar. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi berkat kolaborasi kuat antara PLN, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta dukungan masyarakat, hal ini bisa tercapai dengan segera."
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa kehadiran langsung Presiden memberikan dorongan moril luar biasa bagi seluruh insan PLN di lapangan. "Hal yang sebelumnya tak mungkin, menjadi sangat mungkin. Alhamdulillah, progres pemulihan kelistrikan Aceh hari ini berhasil meningkat signifikan dari sebelumnya 81 persen menjadi 93 persen."
Darmawan menjelaskan bahwa proses sinkronisasi diperlukan agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh. "Saat ini, sistem kelistrikan Aceh membutuhkan waktu 24 jam dalam proses sinkronisasi agar pasokan listrik lebih stabil dan kokoh."
Penutup
PLN terus berupaya mempercepat pemulihan kelistrikan di Aceh, dengan fokus pada fasilitas-fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, posko pengungsian, kantor pemerintahan, jaringan telekomunikasi, dan fasilitas vital lain yang sebelumnya lumpuh. Secara bertahap, pasokan listrik kemudian akan disalurkan ke rumah-rumah masyarakat. Petugas PLN juga terus bersiaga di wilayah-wilayah yang terdampak untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan kelistrikan susulan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar