PLN Siap Pasok Listrik 15 Ribu Hunian Darurat Bencana

PLN Siap Pasok Listrik 15 Ribu Hunian Darurat Bencana

PLN Siapkan Listrik untuk 15 Ribu Unit Hunian Sementara di Wilayah Terdampak Bencana

PT PLN (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pascabencana dengan memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan bagi 15 ribu unit hunian sementara (huntara) yang dibangun untuk masyarakat terdampak bencana longsor dan banjir di Sumatera. Dengan dukungan listrik yang aman dan andal, masyarakat dapat segera beraktivitas kembali dengan nyaman dan aman.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan pernyataannya di Makassar, Sabtu (3/1/2026), bahwa PLN siap melaksanakan arahan pemerintah melalui Danantara Indonesia dalam membangun infrastruktur kelistrikan huntara. "Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun, kami pastikan listriknya juga sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggalnya dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, tidak hanya fokus pada konstruksi bangunan, tetapi juga kebutuhan dasar seperti listrik. Ketersediaan listrik menjadi prioritas utama dalam pembangunan huntara, selain akses air bersih, sanitasi memadai, serta layanan kesehatan di lokasi. Saat ini, PLN telah menyiapkan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, termasuk pembangunan trafo, jaringan listrik, dan kWh meter seluruh hunian yang telah terbangun. Jaringan listrik telah tersambung sepenuhnya dan cukup untuk melayani kebutuhan listrik hunian maupun fasilitas umum.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan prasarana dasar bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah tersebut. PLN tidak hanya memberikan listrik, tetapi juga berupaya memastikan bahwa masyarakat dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.

Rencananya, sebanyak 600 unit huntara akan diserahkan kepada Pemda setempat pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana. Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria didampingi Darmawan turun langsung mengawal proses pembangunan Huntara Aceh Tamiang dan infrastruktur kelistrikannya. Darmawan menegaskan bahwa kehadiran listrik yang andal di huntara merupakan salah satu kebutuhan dasar yang wajib tersedia untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Kami memahami bahwa saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor telah kehilangan banyak hal, bukan hanya rumah, namun juga rasa aman dan kenyamanan. Karena itu, PLN berupaya menghadirkan listrik yang prima di kawasan huntara,” katanya.

Peran PLN dalam Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan

PLN memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan listrik yang memadai untuk semua unit huntara. Berikut beberapa langkah yang dilakukan:

  • Pembangunan trafo untuk menyalurkan listrik ke seluruh area
  • Pemasangan jaringan listrik yang mencakup seluruh hunian
  • Pemasangan kWh meter untuk setiap unit hunian
  • Memastikan jaringan listrik terhubung secara penuh dan stabil

Dengan adanya infrastruktur kelistrikan yang memadai, masyarakat terdampak dapat segera beraktivitas tanpa harus menunggu lama. Selain itu, ketersediaan listrik juga membantu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka, terutama dalam hal penerangan dan penggunaan alat elektronik.

Komitmen PLN dalam Mendukung Pemulihan Pasca-Bencana

PLN tidak hanya bertindak sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra dalam proses pemulihan pasca-bencana. Dengan menyediakan listrik yang aman dan andal, PLN berupaya memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat terdampak. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.


PLN terus berkomitmen dalam memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pembangunan hunian sementara. Dengan kerja sama yang baik antara PLN dan pemerintah daerah, harapan besar terhadap pemulihan masyarakat terdampak dapat tercapai.


Pembangunan hunian sementara dilakukan dengan mempertimbangkan standar kelayakan hunian darurat, termasuk ketersediaan listrik. Dengan begitu, masyarakat dapat segera menempati hunian sementara dengan nyaman dan aman.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan