PLN Sulselrabar Kembangkan 685 Stasiun Isi Daya Kendaraan Listrik

PLN Sulselrabar Kembangkan 685 Stasiun Isi Daya Kendaraan Listrik

Pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Sulselrabar

PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat telah resmi mengoperasikan 65 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga pertengahan Desember 2025. General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyatakan bahwa pihaknya akan menambah sebanyak 14 SPKLU lagi hingga akhir tahun 2025. Penambahan ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jaringan pengisian kendaraan listrik di wilayah tersebut.

Berikut adalah lokasi dari 14 SPKLU yang akan dibangun:

  • ULP Mamuju
  • ULP Wua-Wua, UP3 Kendari
  • ULP Karebosi, UP3 Makassar Utara
  • UP3 Makassar Selatan
  • ULP Kolaka, UP3 Kendari
  • ULP Palopo Kota, UP3 Palopo
  • UP3 Pare-Pare
  • UP3 Watampone
  • UP3 Pinrang
  • ULP Polewali, UP3 Mamuju
  • UP3 Pinrang
  • ULP Rantepao, UP3 Palopo
  • ULP Maros, UP3 Makassar Utara
  • ULP Daya, UP3 Makassar Utara

Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulukumba, A. Malombbassi, menjelaskan bahwa target PLN adalah membangun 685 SPKLU di Sulselrabar pada tahun 2030. Ia menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk terus memperluas jaringan SPKLU di wilayah tersebut.

A. Malombbassi juga membuka peluang bagi masyarakat atau pihak swasta yang ingin bermitra dengan PLN dalam membangun SPKLU. Ada empat skema kerja sama yang tersedia:

  • Skema pertama: mitra hanya menyediakan lahan, sedangkan PLN menyiapkan mesin pengisian dan menyambungkan dengan aplikasi PLN Mobile.
  • Skema kedua: mitra menyediakan lahan dan mesin pengisian, sementara PLN hanya menyambungkan dengan aplikasi PLN Mobile.
  • Skema ketiga: penyedia lahan dan mesin pengisian berasal dari dua mitra yang berbeda.
  • Skema keempat: mitra menyiapkan lahan, mesin pengisian, dan Izin Usaha Penyedia Tenaga Listrik Umum (IUPTLU), sedangkan PLN hanya menyambungkan dengan aplikasi.

Pembagian keuntungan berbeda-beda tergantung pada skema kerja sama yang dipilih. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi calon mitra untuk memilih model kerja sama yang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan mereka.

Saat ini, rasio antara jumlah SPKLU dengan kendaraan listrik di wilayah kerja UID Sulselrabar mencapai 1:11. Semua SPKLU yang telah beroperasi saling terhubung, sehingga memudahkan akses masyarakat dalam menggunakan layanan pengisian kendaraan listrik.

A. Malombbassi juga menyebutkan adanya peningkatan signifikan dalam transaksi di SPKLU selama empat tahun terakhir. Data transaksi menunjukkan:

  • Pada 2021: 54 transaksi dengan nilai Rp870 ribu
  • Pada 2022: 277 transaksi dengan nilai Rp8 juta
  • Pada 2023: 1.904 transaksi dengan nilai Rp93 juta
  • Pada 2024: 4.655 transaksi dengan nilai Rp292 juta
  • Pada 2025 hingga Agustus: 9.459 transaksi dengan nilai Rp670 juta

Trend peningkatan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin meningkat. A. Malombbassi memprediksi bahwa tren ini akan terus berlanjut di masa depan.


KENDARAAN LISTRIK
General Manager UID PLN Sulselrabar Edyansyah (tengah) bersama Asisten Manager Niaga dan Pemasaran PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bulukumba A. Malombbassi saat diwawancarai di depan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) ULP Jeneponto di Balang Toaya, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Kamis (11/12/2025). Daftar 14 SPKLU baru yang bakal dibangun PLN.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan