Polisi Akui Kenaikan Kejahatan di Gianyar 15 Persen Tahun 2025

Peningkatan Tindak Kejahatan di Gianyar

Polres Gianyar mengakui adanya peningkatan jumlah tindak kejahatan sebesar 15 persen sepanjang tahun 2025. Hal ini menjadi perhatian serius, terutama karena beberapa tindakan kejahatan dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA). Meskipun demikian, pihak kepolisian juga mencatat kenaikan dalam penyelesaian perkara, yang menjadi catatan positif yang perlu dipertahankan.

Rekapitulasi data tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C. Kesuma, dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Catur Prasetya Mapolres Gianyar. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa secara umum situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gianyar tetap kondusif, meskipun terdapat peningkatan jumlah kejadian dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dirilis, total gangguan Kamtibmas pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.775 kejadian. Angka ini meningkat sebesar 4,9 persen atau bertambah 83 kejadian dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.692 kejadian. Secara spesifik, angka kejahatan (Crime Total) naik sebesar 15 persen.

"Jumlah kejahatan pada tahun 2024 tercatat sebanyak 322 kasus, sedangkan di tahun 2025 meningkat menjadi 371 kasus," ujar AKBP Chandra.

Meski angka kejahatan meningkat, Kapolres menegaskan bahwa kinerja jajarannya dalam penyelesaian perkara (Crime Clearance) menunjukkan tren positif yang signifikan. "Kami berkomitmen untuk penegakan hukum yang tegas. Hal ini terbukti dari tingkat penyelesaian perkara yang naik 23 persen. Dari 263 kasus yang diselesaikan pada 2024, meningkat menjadi 339 kasus pada tahun 2025," jelasnya.

Kasus-Kasus Menonjol yang Menyita Perhatian Publik

Selama tahun 2025, Polres Gianyar menangani sejumlah kasus menonjol yang menyita perhatian publik. Beberapa di antaranya melibatkan WNA, seperti kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) oleh WNA Iran, kasus KDRT oleh WNA Korea dan Italia, serta pembongkaran jaringan pencurian internasional di Ubud yang melibatkan 10 orang pelaku.

Selain itu, kasus narkoba juga menjadi fokus utama. Meskipun jumlah kasus turun dari 54 kasus pada tahun 2024 menjadi 35 kasus pada tahun 2025, jumlah barang bukti yang diamankan mengalami lonjakan drastis. "Untuk kasus narkoba, jumlah laporannya turun 35 persen, namun kualitas tangkapannya besar. Barang bukti sabu yang kami amankan meningkat tajam dari 116,99 gram di tahun 2024 menjadi 933,35 gram di tahun 2025. Ini menunjukkan keseriusan kami memutus rantai peredaran gelap narkoba," tegas Kapolres.

Perkembangan Lalu Lintas dan Bencana Alam

Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan mengalami kenaikan tipis sebesar 1 persen, dari 1.163 kejadian menjadi 1.177 kejadian. Namun, fatalitas korban meninggal dunia berhasil ditekan, menurun dari 43 orang (2024) menjadi 41 orang (2025).

Sementara itu, kejadian bencana alam mencatat lonjakan cukup tinggi, yakni naik 233 persen. Tercatat ada 30 kejadian bencana di tahun 2025, yang didominasi oleh tanah longsor sebanyak 14 kejadian, disusul banjir dan angin puting beliung.

Program Unggulan yang Mendukung Kebijakan Pemerintah

Kapolres Gianyar juga memaparkan capaian program unggulan yang mendukung kebijakan pemerintah pusat. Salah satunya adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Kami telah menjalankan program SPPG di Polsek Tampaksiring yang melayani 1.037 siswa. Kami juga baru saja melakukan groundbreaking untuk pembangunan SPPG kedua di Desa Sanding seluas 800 meter persegi, yang ditargetkan rampung Maret 2026 untuk melayani 3.035 murid," imbuh AKBP Chandra.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan