
nurulamin.pro, JAKARTA - Seorang warga Perumahan Citaville, Kabupaten Bekasi mendadak mengalami sesak napas.
Korban lantas menghubungi Operator Call Center 110 Polres Metro Bekasi.
Melalui sambungan itu jajaran kepolisian langsung menindaklanjuti laporan darurat dari masyarakat pada Rabu (31/12/2025).
Petugas kepolisian segera menuju lokasi sambil tetap menjalin komunikasi melalui sambungan telepon dengan pelapor untuk memastikan kondisi korban serta memandu langkah awal penanganan.
Setibanya di rumah pelapor, petugas mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kamar.
Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Permata Keluarga Jababeka untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, langkah responsif tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Khususnya dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.
“Alhamdulillah saat ini korban telah mendapatkan perawatan medis kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian dalam kondisi darurat,” ujar Kombes Budi dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan.
"Keselamatan warga adalah prioritas. Polri akan terus hadir dan sigap membantu masyarakat,” pungkasnya.
Ratusan Ribu Panggilan
Polda Metro Jaya mencatat panggilan masuk layanan call center 110 sepanjang 2025 mencapai 269 ribu dari warga.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menjelakan kecepatan merespons menjadi salah satu tolok ukur kepercayaan publik.
Karena itu, dari ratusan ribu panggilan yang masuk, sekitar 67 persen berhasil dijawab dan ditindaklanjuti jajaran.
"Animo masyarakat terhadap layanan ini terbilang cukup tinggi. Sepanjang tahun 2025 kami menerima lebih dari 269.000 panggilan yang masuk, dan sekitar 67 persen panggilan terlayani oleh jajaran kami," katanya dalam rilis akhir tahun (RAT) 2025 di BPMJ Polda Metro Jaya.
Dia mengatakan, angka itu menunjukkan warga Jakarta semakin berani dan terbiasa melapor ke polisi.
Di luar itu, Polda Metro Jaya juga mengadakan sembilan operasi kepolisian sepanjang 2025.
Operasi ini digelar dengan melibatkan lintas lembaga, dari pengamanan arus mudik sampai agenda nasional berskala besar.
"Ini menjadi instrumen penting agar langkah pencegahan, pelayanan, dan pengendalian kerawanan dapat berjalan lebih fokus, lebih terukur, dan sesuai karakteristik ancaman serta kebutuhan masyarakat di tiap periode," ujar dia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar