Polisi kantongi identitas pria pembawa cairan pembersih di kasus kematian terapis spa Bekasi

BEKASI, nurulamin.pro– Polisi mengungkap telah mengantongi identitas seorang pria yang terekam kamera pengawas (CCTV) membawa cairan pembersih lantai sebelum masuk ke kamar kos di Jalan Letnan Arsyad Raya, RT 004/RW 012, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Lokasi tersebut merupakan tempat ditemukannya seorang perempuan berinisial SM (23), terapis spa asal Cianjur, dalam kondisi tewas.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengonfirmasi identitas pria dalam rekaman CCTV itu telah diketahui penyidik.

“Ya, identitas pria tersebut sudah diketahui,” ujar Braiel saat dikonfirmasi nurulamin.pro, Senin (12/1/2026).

Dalam rekaman CCTV yang diunggah akun Instagram @gobekasi.official, pria tersebut terlihat mengenakan baju hitam dan celana pendek saat berjalan di area kos.

Pria itu juga tampak memperhatikan kondisi sekitar sebelum membuka pintu kamar kos yang menjadi lokasi ditemukannya korban pada Rabu (7/1/2026) malam.

Meski demikian, Braiel mengatakan hasil autopsi terhadap korban hingga kini belum keluar dan belum dapat disampaikan kepada publik.

“Bahwa hasil autopsi belum keluar untuk saat ini. Namun sudah ada 11 saksi yang diperiksa pihak kepolisian,” kata Braiel.

Ia menambahkan, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, proses penyelidikan di lokasi kejadian masih terus berjalan.

“Untuk jenazah korban sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Dan untuk saat ini temuan baru tidak ada dan masih didalami,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, SM ditemukan tewas di kamar kosnya pada Rabu (7/1/2026) malam. Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas tempat tidur setelah pihak keluarga bersama pengelola kos membuka pintu kamar menggunakan kunci cadangan.

Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Jenazah SM kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat tidak dapat dihubungi oleh orangtuanya sejak siang hari. Pihak keluarga kemudian meminta kerabat untuk mengecek kondisi korban di kos.

Dalam proses olah TKP, penyidik menemukan muntahan berwarna hijau di bawah kasur korban serta botol cairan pembersih lantai. Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari penyelidikan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan