
JAKARTA, nurulamin.pro
– Kematian satu keluarga yang ditemukan di sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas VIII Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara masih menjadi fokus penyelidikan pihak berwajib.
Hingga kini, proses penyelidikan terus berlangsung dengan fokus pada pemeriksaan saksi dan menunggu hasil autopsi serta toksikologi untuk memastikan penyebab kematian para korban.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukaha menyatakan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal dan belum mengarah pada kesimpulan apa pun.
“Penyelidikan masih memeriksa saksi-saksi,” ujar Onkoseno saat dikonfirmasi.
Menurutnya, sejauh ini polisi telah memeriksa 10 orang saksi yang seluruhnya merupakan tetangga korban. Sementara itu, satu korban selamat belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Selain pemeriksaan saksi, polisi juga masih menunggu hasil otopsi dan pemeriksaan toksikologi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Onkoseno menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjadi kunci untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian para korban.
“Iya (masih menunggu hasil toksikologi), itu belum tahu kapan keluar dan bisa diungkap,” ujar dia.
Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang ibu berinisial S (50), anak perempuan berinisial AA (27), dan anak laki-laki berinisial AA (13) ditemukan tewas di rumah kontrakan tersebut pada Jumat (2/1/2026). Ketiganya ditemukan dalam kondisi tergeletak di dalam rumah.
Selain tiga korban meninggal, satu anak S lainnya juga menjadi korban dalam peristiwa ini. Anak tersebut ditemukan masih hidup, namun dalam kondisi kritis dan kini dirawat secara intensif di rumah sakit.
Para korban pertama kali ditemukan oleh anak S lainnya yang baru pulang bekerja sekitar pukul 07.30 WIB. Saat tiba di rumah, ia mendapati kondisi keluarganya tidak bernyawa dan langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Seorang warga bernama Aryuni Wulan Febri (51) kemudian masuk ke dalam rumah kontrakan untuk memeriksa keadaan korban. Ia menemukan S, AA, dan AA sudah tergeletak kaku dengan mulut berbusa, sementara satu anak lainnya masih hidup dalam kondisi parah.
Setelah itu, Aryuni segera menghubungi ketua RT setempat dan pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.
Proses Penyelidikan yang Masih Berlangsung
Pihak kepolisian sedang melakukan serangkaian langkah untuk memastikan penyebab kematian para korban. Beberapa hal yang dilakukan antara lain:
- Memeriksa saksi-saksi yang ada di sekitar lokasi kejadian.
- Para saksi yang diperiksa adalah tetangga-tetangga korban yang mengetahui kondisi rumah dan kebiasaan keluarga tersebut.
-
Dari pemeriksaan ini, diharapkan bisa diperoleh informasi tentang kejadian sebelum kematian para korban.
-
Menunggu hasil otopsi dan toksikologi.
- Otopsi dilakukan untuk mengetahui adanya cedera atau kondisi fisik yang memicu kematian.
-
Toksikologi dilakukan untuk memastikan apakah ada bahan kimia atau racun yang terlibat dalam kematian korban.
-
Mempertimbangkan kemungkinan adanya unsur pembunuhan atau kecelakaan.
- Pihak kepolisian masih mencari bukti-bukti yang bisa membantu dalam menentukan penyebab kematian.
Kondisi Korban Selamat
Saat ini, satu korban selamat masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi kritis yang dialaminya membuat pihak medis harus memberikan perawatan khusus.
Meski kondisinya masih sangat memprihatinkan, pihak keluarga dan petugas kesehatan berharap korban bisa segera pulih.
Peran Warga Setempat
Warga setempat seperti Aryuni Wulan Febri memainkan peran penting dalam menemukan korban dan memberikan informasi kepada pihak berwajib.
Peran mereka sangat vital dalam mempercepat proses penyelidikan dan memastikan kejadian ini bisa segera dipahami secara jelas.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar