
Penyelidikan Kasus Perundungan di Sekolah Dasar Dihentikan
Polisi menghentikan penyelidikan terkait dugaan perundungan atau bullying yang melibatkan seorang siswa SMP negeri di Kota Tangerang Selatan. Hal ini dilakukan setelah pihak keluarga korban dan pelaku sepakat menyelesaikan masalah melalui mediasi.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menjelaskan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati penyelesaian melalui mekanisme mediasi pada Senin (8/12/2025). Pernyataan ini disampaikannya di Polres Tangerang Selatan, Rabu (31/12/2025).
Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan sebab-akibat antara dugaan kekerasan dengan kematian korban. Berdasarkan hasil forensik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diketahui meninggal dunia karena tumor yang mengalami pendarahan hingga menyebabkan kematian.
"Sebab kematian pasien akibat sebuah tumor di bagian kepala," ujar ahli forensik RSUD Kabupaten Tangerang, Liauw Djai Yen.
Proses Penyelidikan yang Dilakukan
Selama proses penyelidikan, polisi melibatkan 15 orang saksi dan enam ahli untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif dan ilmiah. Saksi-saksi yang diperiksa berasal dari berbagai pihak, termasuk sekolah, rumah sakit, teman sekelas korban, serta orang tua dan keluarga korban.
Enam ahli yang terlibat dalam penyelidikan ini adalah: * Dokter spesialis mata * Dokter spesialis anak * Dokter spesialis neurologi * Dokter umum * Dokter spesialis forensik RSUD Kota Tangerang Selatan * Ahli pidana
Dari proses mediasi tersebut, keluarga korban telah menerima santunan serta perhatian dari pihak keluarga terduga pelaku dan Pemerintah Kota Tangsel.
Kondisi Korban Sebelum Meninggal
MH diduga menjadi korban perundungan pada 20 Oktober 2025, ketika kepalanya diduga dihantam kursi besi oleh teman sekelasnya. Ia mengalami luka serius dan sempat dirawat di rumah sakit swasta di Tangerang Selatan sebelum dirujuk ke RS Fatmawati pada 9 November 2025.
Kondisinya terus menurun dan ia masuk ICU dengan intubasi sejak 11 November, hingga akhirnya meninggal pada Minggu pagi. Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh LBH yang mendampingi keluarga korban.
"Korban sudah tidak ada. Ini saya lagi otw RS," kata Alvian, pendamping LBH Korban, yang menerima kabar sekitar pukul 06.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, Deden Deni, juga membenarkan informasi tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar