
JAKARTA, nurulamin.proKriminolog dari Universitas Indonesia, Haniva Hasna, menyoroti kemungkinan motif dalam kasus pembunuhan anak politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Cilegon, Banten.
Haniva menilai, berdasarkan temuan kasus yang diketahui sejauh ini, pembunuhan tersebut kemungkinan dilatari motif dendam. Kriminolog itu menyoroti fakta bahwa tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban.
"Kemungkinan pertama adalah motif emosional seperti dendam atau kemarahan personel, entah kepada anggota keluarga yang mana, orang tua atau yang lainnya," kata Haniva Hasna dalam program "Kompas Siang" KompasTV, Sabtu (3/1/2026).
"Yang kedua, tindakan kekerasan ini memang fokus pada korban, bukan pada harta. Artinya menyakiti seesorang dengan melukai tadi itu sebagai korban simbolik, untuk mengarah pada korban sesungguhnya."
Kasus pembunuhan anak politikus PKS mulai menemukan titik terang usai polisi menangkap terduga pelaku di daerah Ciwedus, Cilegon, Jumat (2/1/2026). Pelaku langsung dibawa ke Mapolres Cilegon untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku diketahui berinisial HA asal Palembang, Sumatera Selatan. Pelaku ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten Kombes Dian Setyawan mengonfirmasi penangkapan pelaku pembunuhan tersebut. Namun, polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pengungkapan kasus.
Diberitakan KompasTV sebelumnya, polisi telah memeriksa 22 saksi sehubungan pembunuhan anak politikus PKS.
Kasatreskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama menyatakan pengungkapan kasus sempat terkendala matinya CCTV di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, satpam di sekitar lokasi kejadian tidak berjaga 24 jam.
"Perlu diinformasikan, sebelum terjadinya kejadian dalam keadaan hujan, after (setelah) kejadian pun dalam keadaan hujan cukup lebat, sehingga jejak-jejak yang keluar pun sulit diidentifikasi, pada malam TKP kita sempat datangkan unit K9," kata AKP Yoga, Rabu (24/12/2025).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar