Polisi Ungkap Pelaku Pengeroyokan Matel di Kalibata yang Memicu Kerusuhan

Peristiwa Pengeroyokan dan Kerusuhan di Kalibata

Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa pengeroyokan mata elang (matel) dan kerusuhan yang terjadi di Kalibata. Menurut Kapolres Metro Jaksel, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, awal mula dari kejadian ini adalah adanya tunggakan cicilan sepeda motor.

Dalam penjelasannya, Kombes Nicolas menyampaikan bahwa dua orang matel yang menjadi korban pengeroyokan hingga meninggal dunia sempat menghentikan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian. Mereka menagih tunggakan cicilan sepeda motor tersebut. Namun, pengemudi sepeda motor tidak menerima tuntutan tersebut dan meminta bantuan dari teman-temannya.

Awalnya ada mata elang yang ingin menagih kendaraan sepeda motor, yang diduga belum membayar kredit. Dari pemilik kendaraan, dia tidak terima, lalu memanggil teman-temannya sekitar 8 orang, jelasnya pada Jumat (12/12).

Setelah itu, pengeroyokan pun terjadi. Seorang matel meninggal di tempat kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Bersama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Polres Metro Jaksel masih melakukan pengembangan untuk menelusuri peran setiap pelaku dalam kasus ini.

Aksi Pengrusakan dan Pembakaran Warung

Selain pengeroyokan, polisi juga melakukan pendalaman terhadap tindakan pengrusakan dan pembakaran sejumlah warung di Kalibata oleh kelompok massa yang berjumlah puluhan hingga ratusan orang. Aksi tersebut dilakukan oleh teman-teman matel yang menjadi korban pengeroyokan. Mereka marah karena korban dikeroyok hingga tewas di pinggir jalan.

Korban memiliki teman-teman sekitar 80 sampai 100 orang yang tiba-tiba datang ke Kalibata. Kami dari pihak kepolisian sudah mengantisipasi hal ini, namun jumlah orang yang tiba-tiba datang sekitar 100 orang itu merusak warung-warung yang ada di sekitar, ujar Nicolas.

Akibat aksi pembakaran tersebut, para pemilik warung mengalami kerugian materil. Meski masih dalam proses perhitungan, beberapa pemilik warung mengalami kerugian. Polisi memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam aksi pengrusakan berujung pembakaran warung tersebut. Namun, sejumlah warung habis terbakar dan beberapa kendaraan juga menjadi sasaran massa.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Sampai saat ini kasus (pengeroyokan dan pembakaran warung) tersebut masih dalam penyelidikan, tambahnya.

Polres Metro Jaksel dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus bekerja sama untuk mengungkap semua fakta yang terjadi dalam peristiwa ini. Proses penyelidikan akan terus berlangsung guna menemukan siapa saja yang terlibat dan memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan