
Tantangan Penyelesaian Perkara di Polres Lumajang
Pada akhir tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang, Jawa Timur, masih memiliki sejumlah perkara yang belum terselesaikan. Dari total 1.132 laporan yang diterima selama tahun ini, sebanyak 1.092 perkara telah dinyatakan selesai. Namun, terdapat 40 perkara lainnya yang masih dalam proses penyelesaian.
Beberapa kasus menonjol yang belum berhasil diselesaikan antara lain adalah dugaan penimbunan solar subsidi yang sempat menjadi perhatian publik setelah dilakukan operasi tangkap tangan oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati. Selain itu, penyidikan terhadap orang yang diduga menjadi dalang atas adanya ladang ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) juga masih berlangsung.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengungkapkan bahwa capaian penyelesaian perkara pada tahun ini mencapai angka tertinggi dalam lima tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa tingkat penyelesaian perkara pada 2021 dan 2022 masing-masing berada di angka 84 persen. Pada 2023, tingkat penyelesaian meningkat menjadi 96 persen, kemudian turun sedikit menjadi 92 persen pada 2024, dan kembali naik pada 2025.
Penyelesaian Kasus Kriminalitas Umum
Dalam penanganan kejahatan umum, Satuan Reskrim Polres Lumajang menerima sebanyak 416 laporan sepanjang tahun 2025. Kasus-kasus tersebut meliputi:
- Pencurian dengan pemberatan
- Pencurian kendaraan bermotor
- Penganiayaan
- Judi online
- Pencurian hewan
- Tindak pidana lainnya
Dari jumlah tersebut, sebanyak 402 perkara berhasil diselesaikan, sementara 14 kasus masih dalam proses penyidikan.
Penanganan Narkoba
Sementara itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang mencatat telah menangani 193 kasus narkotika sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 191 perkara dinyatakan selesai, sementara dua kasus lainnya belum tuntas hingga akhir tahun.
Alex menyampaikan bahwa semua perkara yang belum tuntas pada tahun 2025 akan tetap dilanjutkan pada tahun berikutnya. Ia berharap mendapatkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Lumajang agar proses penyelesaian perkara dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meskipun tingkat penyelesaian perkara meningkat, masih ada tantangan yang dihadapi oleh Polres Lumajang. Salah satunya adalah pengelolaan data perkara yang kompleks dan perlu dipantau secara ketat. Selain itu, adanya kasus-kasus yang membutuhkan koordinasi lintas instansi dan lembaga untuk dapat diselesaikan secara maksimal.
Alex menekankan pentingnya kerja sama antara polisi dengan masyarakat serta instansi terkait dalam upaya memastikan keadilan dan keamanan di wilayah Lumajang. Ia berharap, dengan komitmen dan dukungan yang kuat, Polres Lumajang dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar