
Insiden Atap Roboh di SMA Negeri 1 Wiradesa, Dua Pekerja Terluka
Kepolisian Resor Pekalongan sedang melakukan penyelidikan terkait insiden robohnya atap bangunan ruang kelas di SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Peristiwa ini terjadi saat proses rehabilitasi sedang berlangsung dan menimbulkan dua korban kecelakaan kerja.
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian tersebut terjadi ketika dua pekerja sedang melakukan pekerjaan plamir atau pengecatan di bagian atas bangunan yang sedang direnovasi. Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan adanya atap yang roboh dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan pengecekan bersama tim Inafis.
Dari hasil awal, ditemukan adanya kecelakaan kerja yang menimpa dua pekerja bangunan. Menurut AKBP Rachmad, kedua pekerja tersebut terjatuh dari atap setelah struktur bangunan tiba-tiba ambruk saat mereka berada di bagian atas. Akibat kejadian itu, satu pekerja dilaporkan mengalami patah kaki, sementara satu lainnya mengalami luka-luka.
Bangunan yang Direhabilitasi Tidak Mempengaruhi Siswa
AKBP Rachmad menjelaskan bahwa bangunan yang roboh merupakan ruang kelas yang sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak September lalu. Saat ini, bangunan tersebut sedang dalam tahap rehabilitasi dengan penambahan lantai dua. Oleh karena itu, siswa tidak terdampak oleh kejadian tersebut.
"Awalnya hanya satu ruang kelas yang direhab, kemudian dilakukan penambahan lantai dua," jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di SMA Negeri 1 Wiradesa tetap berjalan normal meskipun ada bangunan yang roboh.
Penyebab Insiden Sedang Dicari
Untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut, pihak kepolisian kini melakukan pendalaman dengan memintai keterangan sejumlah pihak terkait, termasuk para pekerja dan pemenang proyek rehabilitasi. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pekalongan.
"Langkah kami adalah melakukan klarifikasi kepada pemenang pekerjaan dan para pekerja, serta berkoordinasi dengan Dinas PU," ungkap AKBP Rachmad. Selain itu, Polres Pekalongan turut menggandeng Dinas Pendidikan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan aman dan tidak terganggu pasca insiden tersebut.
Informasi Proyek Rehabilitasi
Sebelumnya, insiden robohnya atap bangunan gedung kelas baru terjadi di SMA Negeri 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (29/12/2025). Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pekerja proyek mengalami luka ringan dan harus menjalani perawatan jalan.
Berdasarkan data papan informasi proyek, bangunan gedung kelas tersebut dikerjakan oleh CV Tunjung Steel Construction asal Semarang dengan nilai anggaran sebesar Rp 3.490.580.000 yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kontrak pekerjaan dimulai pada 10 September 2025 dengan masa pengerjaan selama 100 hari, dan masa pemeliharaan selama 180 hari.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar