
Kehadiran Polisi di Rumah Duka, Bentuk Belasungkawa atas Tragedi Tenggelamnya Dua Anak
Jajaran Polres Tanggamus melakukan kunjungan ke rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua anak akibat tenggelam di Air Terjun Way Lalaan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Pekon Belu, Kecamatan Kota Agung Barat. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk empati dan dukungan kepada keluarga korban.
Takziah dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Tanggamus AKP Bambang Purwadi bersama Kanit Reskrim Polsek Kota Agung Ipda Agung Irawan, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko. AKP Bambang menegaskan bahwa kehadiran aparat merupakan bentuk perhatian Polri terhadap masyarakat yang sedang berduka.
“Atas nama Polres Tanggamus, kami menyampaikan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga diberikan ketabahan,” ujar AKP Bambang.
Peristiwa Tragis yang Menimpa Dua Anak
Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Dua korban, DV (9) dan DS (10), pelajar SD dari Pekon Belu dan Pekon Talagening, dilaporkan tenggelam saat bermain di sekitar aliran air terjun. Pengunjung dan pedagang setempat menemukan korban, lalu melakukan pertolongan darurat. Kondisi keduanya yang tidak sadarkan diri membuat mereka dilarikan ke RS Batin Mangunang, namun nyawa kedua anak tidak terselamatkan.
Hasil visum luar menyatakan korban meninggal karena masuknya air ke paru-paru, tanpa tanda-tanda kekerasan. Pasca kejadian, Polres Tanggamus dan Polsek setempat melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, dan berkoordinasi dengan pengelola wisata serta instansi terkait.
Langkah Pencegahan Keselamatan Wisatawan
AKP Bambang menambahkan, kejadian ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan pengunjung, terutama anak-anak, di lokasi wisata. “Kami mengimbau orang tua selalu mendampingi anak saat berwisata. Pengelola juga perlu menambah pengawasan dan memasang rambu peringatan tentang kedalaman serta bahaya aliran air,” jelasnya.
Beberapa langkah penting yang dapat diambil untuk mencegah kejadian serupa antara lain:
- Memperkuat pengawasan oleh pengelola wisata
- Memasang rambu peringatan yang jelas dan mudah dilihat
- Melakukan sosialisasi keselamatan bagi pengunjung, terutama anak-anak
- Memberikan pelatihan dasar pertolongan darurat kepada petugas dan pengunjung
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat dan pengelola wisata di Tanggamus bahwa keselamatan anak dan pengunjung harus menjadi prioritas utama. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, risiko tragedi serupa bisa dikurangi.
Kunjungan polisi ke rumah duka menjadi simbol perhatian institusi terhadap masyarakat yang sedang berduka. Ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan di lokasi wisata.
Dua korban yang meninggal dalam kejadian ini adalah anak-anak yang masih berusia di bawah 10 tahun. Kejadian ini menunjukkan betapa rentannya anak-anak terhadap bahaya di lingkungan alam.
Pengelola wisata diharapkan lebih proaktif dalam menjaga keselamatan pengunjung. Pemasangan rambu peringatan dan penjagaan yang lebih ketat dapat menjadi solusi efektif.
Masyarakat juga diminta untuk lebih waspada saat mengajak anak-anak berwisata. Orang tua perlu memastikan bahwa anak-anak tidak bermain di area yang berbahaya tanpa pengawasan.
Dengan kerja sama antara pihak berwenang, pengelola wisata, dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa tidak lagi terulang. Keselamatan pengunjung, terutama anak-anak, harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar