Polri: 3.183 Kecelakaan Selama Nataru 2025/2026, 403 Orang Tewas

Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa Menurun Selama Musim Mudik Nataru

Selama musim mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sebanyak 3.183 kecelakaan terjadi. Dari jumlah tersebut, 403 orang meninggal dunia selama pelaksanaan Operasi Lilin 2025 yang berlangsung dari tanggal 20 Desember hingga 2 Januari 2026.

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa angka kecelakaan dan korban jiwa pada musim mudik kali ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dirilis, jumlah kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 tercatat sebanyak 3.430 kejadian. Sementara itu, pada tahun 2025 jumlahnya turun menjadi 3.183 kejadian. Hal ini menunjukkan penurunan sebesar 247 kejadian atau sekitar 7,20 persen.

Selain itu, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan. Pada tahun 2024, tercatat 553 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas. Namun, pada tahun 2025, angka tersebut turun menjadi 403 orang, dengan penurunan sebesar 150 orang atau sekitar 27,12 persen.

Rekayasa Lalu Lintas Terkendali

Selama operasi mudik, pihak Korlantas Polri telah menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan. Salah satu metode yang digunakan adalah one way dan contra flow.

Menurut Agus, secara umum, pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan aman, tertib, dan terkendali. Hal ini sangat efektif dalam menjaga kelancaran lalu lintas di ruas-ruas strategis selama Operasi Lilin 2025.

Jumlah Kendaraan Keluar Jakarta Mencapai 2.638.186 Unit

Agus juga merincikan jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta selama periode mudik. Data ini dihitung berdasarkan empat gerbang tol utama, yaitu Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.

Dari data yang diperoleh, total kendaraan yang keluar Jakarta mencapai 2.638.186 unit. Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk Jakarta sebanyak 2.472.184 unit.

Arus Balik Dapat Dikendalikan dengan Baik

Perbandingan dengan Operasi Lilin 2024 menunjukkan bahwa arus keluar Jakarta mengalami kenaikan. Hal ini mencerminkan meningkatnya pergerakan masyarakat untuk berlibur ke luar wilayah Jakarta.

Sementara itu, arus masuk Jakarta relatif stabil dengan kecenderungan menurun. Ini menandakan bahwa arus balik dapat dikendalikan dengan baik dan tersebar secara merata.

Penanganan Arus Balik Liburan Nataru

Selama masa arus balik liburan Nataru, Komando Gabungan Operasi (Komdigi) juga memastikan kualitas jaringan tetap optimal. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat kembali ke Jakarta setelah liburan.

Jasa Marga juga melaporkan bahwa sebanyak 2,3 juta kendaraan kembali ke Jakarta usai liburan Nataru. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali ke ibu kota setelah berlibur.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan