Populer Kalteng: Proyek Tahunan Ruang Terbuka Hijau Eks Disnakertrans dan Kuliner Mandai

Kuliner Khas Kalimantan Tengah Mandai yang Menggunakan Bahan Dasar Kulit Cempedak


Kuliner khas Kalimantan Tengah, mandai, kembali diminati masyarakat di Kota Palangka Raya. Mandai terbuat dari bahan utama kulit cempedak, yang saat ini mulai banyak dijual oleh para pedagang di berbagai wilayah kota.

Buah cempedak memiliki sifat musiman dan jarang ditemukan sepanjang tahun, sehingga membuat bahan dasar mandai ini langka dan bernilai tinggi. Harga kulit cempedak pun lebih mahal dibandingkan buahnya karena memerlukan proses pengolahan dan fermentasi sebelum bisa dijual.

Pantauan menunjukkan bahwa cempedak tidak hanya dijajakan di pasar, tetapi juga banyak ditemui di pinggir jalan, seperti kawasan Jalan G Obos, Jalan A Yani, hingga Kaminting. Beberapa penjual bahkan menyediakan kulit cempedak yang sudah dibersihkan untuk memenuhi permintaan pembeli yang ingin mengolahnya menjadi mandai.

Salah satu pedagang buah di pasar malam Jalan G Obos XII, Nonik, menjelaskan bahwa pembeli kulit cempedak biasanya memang sengaja mencari bahan tersebut untuk membuat mandai. Ia mengatakan:

“Sekarang sudah musim panen cempedak lagi. Kami jual yang utuh, tapi ada juga yang dipisah. Soalnya ada pembeli yang memang cuma mau beli kulit cempedaknya saja untuk dibuat mandai,” ujar Nonik, Jumat (2/1/2026).

Arus Balik Nataru di Palangka Raya Terkendali


Arus lalu lintas di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terpantau ramai namun tetap lancar pada masa arus balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Meski sempat terjadi kemacetan di awal tahun, kondisi tersebut masih terpantau aman pada Sabtu 3 Januari 2026.

Plt Dishub Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengungkapkan bahwa secara umum kondisi lalu lintas selama arus balik kini kembali terpantau relatif kondusif. Pantauan di Jalan Tjilik Riwut Km 10 menunjukkan arus lalu lintas ramai dengan berbagai jenis kendaraan, termasuk sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk.

Meskipun terjadi peralihan dari jalan dua jalur menjadi jalur tunggal, arus lalu lintas tetap terpantau lancar. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan lalu lintas selama masa arus balik telah berjalan dengan baik.

Proyek Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Eks Kantor Disnakertrans Kalteng


Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan eks Kantor Disnakertrans Kalteng, Bundaran Besar Palangka Raya, merupakan proyek multiyears yang terus berlanjut. Proyek ini kini telah memasuki tahap lanjutan setelah kontrak pekerjaan 2025 rampung sepenuhnya.

Plt Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kalimantan Tengah, Junaidi, menjelaskan bahwa progres pembangunan RTH eks Disnakertrans untuk kontrak berjalan pada 2025 telah mencapai 100 persen. Namun, jika dibandingkan dengan total rencana pembangunan RTH secara keseluruhan, progresnya masih sekitar 60 persen.

Ia menyebutkan bahwa untuk tahun 2026 anggaran penyelesaian pembangunan telah direncanakan. Meski demikian, terdapat kemungkinan dilakukan penyesuaian desain, sehingga sisa pekerjaan akan tetap dilanjutkan secara bertahap agar kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan