Posko NU Peduli Cibeunying Ditutup Setelah 17 Hari Bertugas, Ini Rincian Donasinya

Posko NU Peduli Cibeunying Ditutup Setelah 17 Hari Bertugas, Ini Rincian Donasinya

Penutupan Posko NU Peduli Kemanusiaan Cibeunying

Setelah seluruh proses penanganan darurat bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, dinyatakan rampung, Posko NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Cilacap resmi ditutup pada Ahad (30/11/2025). Keputusan penutupan dilakukan setelah pendistribusian bantuan, layanan relawan, serta dukungan logistik bagi warga terdampak tuntas dilaksanakan.

Selama 17 hari bertugas di lapangan, tim relawan NU Peduli telah bergerak membantu proses evakuasi, mendampingi warga, dan menyalurkan berbagai bentuk bantuan kemanusiaan. Ketua LPBI NU, Basith Wahib, mewakili Posko NU Peduli Tanah Longsor Cibeunying, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung.

“Alhamdulillah, kami sudah berkhidmah dengan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Cibeunying, Majenang dan kepada para donatur diucapkan banyak terima kasih,” ungkap Ketua LPBI NU Basith Wahib mewakili ketua Posko NU Peduli Tanah Longsor Cibeunying, Majenang.

“Semoga bermanfaat bagi semua warga yang terdampak bencana Majenang terutama 45 keluarga korban bencana tanah longsor yang hadir dalam kesempatan ini,” lanjut Basith Wahib dalam laporan resminya yang digelar di Gedung SMK Diponegoro Majenang, Ahad (30/11).

Bantuan yang Diterima dan Disalurkan

Basith melaporkan bahwa bantuan yang masuk ke posko NU Peduli Longsor Cibeunying berupa uang tunai maupun bantuan logistik.

“Kami laporkan bahwa bantuan masuk berupa uang sejumlah 202.490.000 dan telah dibelanjakan untuk ditasyarufkan kepada korban bencana sejumlah 146.030.000, maka dari bantuan uang ini ada saldo sebesar 56.460.000,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa bantuan berbentuk uang tersebut telah dibelanjakan sembako kemudian didistribusikan ke titik-titik lokasi terdampak bencana di wilayah Kecamatan Majenang.

“Adapun desa-desa yang turut mendapat bantuan berupa bingkisan sembako dari Posko NU Peduli Kemanusiaan antara lain Desa Sadabumi, Bener, Pajangjaya, Mulyasari, Pahonjean, Mulyadadi,” akunya.

Basith juga menjelaskan bantuan logistik berupa mie instan, beras, air mineral, alat kebersihan, beras, alat sekolah, pakaian pantas pakai, sayuran, dan lainnya.

“Bantuan logistik yang masuk oleh kami telah dihitung dengan perkiraan sejumlah 293.893.000 dan telah ditasyarufkan sekitar 192.000.000, dari jumlah itu masih ada sisa dengan perkiraan nilai 101.893.000,” jelasnya.

“Maka jika ditotalkan dari bantuan yang masuk, baik dari bantuan tunai maupun logistik atau barang, dan setelah dibelanjakan ada saldo sejumlah 158.353.000,” tambahnya.

Penyerahan Saldo Bantuan

Untuk total saldo tersebut, NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Cilacap menyerahkannya kepada Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Cilacap sebagai lembaga yang memiliki otoritas penuh dalam penyaluran berikutnya.

“Jadi selanjutnya mengenai pengelolaan saldo dari bantuan yang terhimpun dari Posko NU Peduli Longsor Cibeunying Majenang ini kemudian menjadi kewenangan Lazisnu Cilacap sepenuhnya untuk mentasyarufkan,” pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Cilacap, Umi Fadilah, menjelaskan, seluruh bantuan tersebut telah didistribusikan kepada warga terdampak bencana, dengan prioritas utama korban di wilayah Cibeunying, lokasi pusat bencana tanah longsor.

Namun demikian, karena sebagian donatur memberikan bantuan untuk wilayah yang lebih luas, NU Peduli juga menyalurkan dukungan ke beberapa lokasi lain.

“Distribusi bantuan tidak hanya untuk Cibeunying. Ada juga yang kami salurkan ke wilayah Majenang, Serak, dan Suruan. Namun sebagian besar tetap difokuskan untuk warga Cibeunying,” jelasnya.

Umi Fadilah menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, masyarakat, dan para donatur yang telah mendukung operasi kemanusiaan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dan membantu para penyintas. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan untuk semuanya,” tutupnya.

Evaluasi dan Persiapan Masa Depan

Dengan ditutupnya posko, NU Cilacap selanjutnya akan melakukan evaluasi internal serta mempersiapkan langkah mitigasi dan edukasi kebencanaan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di masa mendatang.

Kegiatan ditutup dengan pemberian tali asih dari NU Peduli Kemanusiaan Kabupaten Cilacap kepada 45 keluarga terdampak bencana tanah longsor Cibeunying.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan