
Warga Tegal Diimbau Waspada Terhadap Potensi Banjir Rob dan Hujan
Warga pesisir Pantura Tegal diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kepala Stasiun Meteorologi Tegal, Kaharudin, mengungkapkan bahwa ada beberapa tanggal yang menjadi peringatan khusus.
Pada 20 Desember 2025, potensi banjir rob akan terjadi akibat bulan baru. Selanjutnya, pada 2 Januari 2026, fenomena Perigee akan menyebabkan bulan lebih dekat dengan bumi. Sementara itu, pada 3 Januari 2026, banjir rob juga bisa terjadi karena adanya bulan purnama.
"Kami mengimbau warga Pantura untuk mewaspadai banjir rob, terutama daerah-daerah yang sering terdampak," ujar Kaharudin, Jumat (12/12/2025).
Selain banjir rob, Kaharudin juga menyoroti ancaman musim penghujan. Puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. "Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi bisa terjadi. Masyarakat harus tetap waspada," tambahnya.
Titik Rawan Banjir di Kota Tegal
Dalam konteks ini, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, telah memetakan titik-titik rawan banjir dan genangan air selama musim penghujan. Beberapa langkah pencegahan dan penanganan sudah disiapkan oleh pihak berwenang.
Dedy Yon menjelaskan bahwa daerah seperti Kelurahan Margadana dan Kaligangsa di Kecamatan Margadana sering terkena banjir. Untuk mengatasi hal tersebut, terdapat dua rumah pompa di bawah Underpass Kalinyamatkulon dan Jalan Banyuwangi Sumurpanggng.
"Pemeriksaan terhadap rumah pompa dilakukan dan semua berfungsi dengan baik. Petugas juga siaga," kata Dedy Yon seusai apel kesiapsiagaan bencana di Pantai Alam Indah (PAI) Tegal, Jumat (12/12/2025).
Di Kecamatan Tegal Timur, pihaknya telah menyiapkan rumah pompa di Kaligung. Selain itu, tiga armada penyedot air juga sudah disiapkan.
Sementara itu, untuk titik koordinat rawan di Kelurahan Muarareja, RW 03, rencananya akan dibangun dan dinaikkan jalan setinggi 75 sentimeter. Hal ini dilakukan setelah dilakukan rapat bersama seluruh warga.
Upaya Pencegahan dan Kesiapsiagaan
Selain itu, pemerintah kota juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya. Misalnya, pembersihan saluran air dan pengawasan terhadap kondisi infrastruktur.
Beberapa kecamatan juga memiliki sistem drainase yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan air. Ini bertujuan untuk memastikan air hujan dapat teralirkan secara optimal, sehingga mengurangi risiko genangan dan banjir.
Dedy Yon menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. "Masyarakat juga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di area saluran air," ujarnya.
Persiapan Menghadapi Musim Hujan
Menjelang musim hujan, pihak dinas terkait juga telah melakukan evaluasi dan penguatan kapasitas petugas. Pelatihan serta simulasi bencana juga rutin digelar agar masyarakat dan petugas siap menghadapi segala kemungkinan.
Selain itu, informasi cuaca dan peringatan dini terus diberikan melalui berbagai media. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat segera mengambil tindakan jika diperlukan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar