Prabowo Janjikan Tidak Ada Daerah Terisolasi di Tapanuli Selatan Sumut

Presiden Prabowo Subianto Rayakan Malam Tahun Baru Bersama Warga Terdampak Bencana

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memilih untuk merayakan malam pergantian tahun 2026 bersama warga terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara. Kehadiran Presiden di lokasi pengungsian menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan dukungan kepada rakyat yang sedang menghadapi musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa laporan yang diterimanya tentang penanganan pascabencana menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia menjelaskan bahwa akses antarwilayah di Tapanuli Selatan telah berhasil dipulihkan. “Dilaporkan kepada saya bahwa di Tapsel ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus, yang terisolasi,” ujarnya.

Selain itu, Presiden juga mengapresiasi percepatan pembangunan jembatan darurat yang dinilai lebih cepat dari waktu normal. “Biasanya butuh waktu tiga minggu sampai satu bulan, ini berhasil dilaksanakan sepuluh hari,” kata Prabowo. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, termasuk TNI, Polri, BNPB, kementerian terkait, hingga masyarakat setempat. “Saya minta semua lembaga bekerja terus siang malam. Terima kasih para petugas TNI, polisi, BNPB, PU, semua yang bekerja,” tuturnya.

Prabowo juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang rusak atau hilang akibat bencana. “Saya turut bela sungkawa kepada mereka-mereka yang kehilangan keluarganya. Kita akan mengurus saudara sebaik-baiknya. Kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah untuk mengganti rumah-rumah saudara yang hilang, yang rusak. Kita bantu,” tegasnya.

Komitmen Pemerintah untuk Tetap Hadir di Tengah Rakyat

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan pernah meninggalkan rakyatnya dalam situasi apa pun. “Pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu, tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita bersama,” ujarnya. Keputusan untuk merayakan malam tahun baru di tengah pengungsi merupakan pilihan sadar sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepemimpinan. “Dan karena itu saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan, saudara-saudara sekalian,” katanya.

Ingatkan Potensi Kerawanan Bencana di Indonesia

Prabowo juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah, namun di sisi lain memiliki potensi kerawanan bencana. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya sikap waspada sekaligus menjaga keseimbangan dengan alam. “Negara kita sangat besar, sangat indah, sangat makmur, tapi memang kita harus waspada terhadap alam. Karena itu alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat,” ujarnya.

Di hadapan warga, Prabowo kembali menekankan bahwa semangat gotong royong adalah kunci utama untuk bangkit dari musibah. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap kuat dan bersatu menghadapi tantangan. “Kita menghadapi kesulitan, musibah, tantangan, tapi kita harus terus semangat, ikhlas. Kita harus terus kuat, tegar jiwa kita. Dan yang paling penting, kita harus gotong royong bersama-sama menghadapi kesulitan,” ucapnya.

Menatap Masa Depan dengan Optimisme

Lebih lanjut, Prabowo mengajak masyarakat untuk menatap masa depan dengan penuh optimisme dan kebersamaan. “Kita hadapi masa depan dengan penuh semangat dan optimisme. Negara kita akan semakin kuat,” pungkasnya. Dengan pesan-pesan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya untuk terus mendampingi rakyat dalam setiap kondisi, baik dalam kesenangan maupun kesulitan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan