Prabowo Tiba di Aceh Tamiang, Pantau Pengungsian Warga

Presiden Prabowo Subianto Tiba di Aceh Tamiang

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bukit Rata, Aceh Tamiang, pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 09.55 WIB. Kehadiran Presiden ini merupakan bagian dari agenda peninjauan lokasi yang terdampak banjir serta memastikan kondisi posko pengungsian warga. Banyak korban bencana yang menantikan kehadiran Presiden di lokasi bencana.

Presiden gemoy, makasih, ujar salah satu warga setempat.

Sebelumnya, pada pukul 09.15 WIB, Prabowo bertolak dari Lanud Suwondo, Kota Medan, menggunakan helikopter menuju Aceh Tamiang. Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka.

Setibanya di titik pertama, Prabowo dijadwalkan untuk meninjau posko pengungsian serta beberapa lokasi lain yang terdampak banjir. Presiden Ke-8 RI itu juga akan melihat langsung kondisi warga serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Kedatangan Prabowo ke Aceh dilakukan setelah ia mendarat di Bandara Kualanamu, Medan, pada pukul 02.50 WIB dini hari tadi usai lawatan ke Pakistan dan Rusia.

Kunjungan Berulang ke Wilayah Bencana

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan kali ketiga Prabowo mendatangi wilayah bencana. Mengunjungi Aceh untuk ketiga kalinya, serta Sumatra Utara dan Sumatra Barat, ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Prabowo sebelumnya telah meninjau lokasi bencana pada Senin (30/12) dan kembali hadir pada Sabtu (7/12). Kunjungan berulang Presiden dilakukan di tengah meningkatnya jumlah korban bencana di tiga provinsi tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (11/12/2025), sebanyak 986 orang meninggal dunia, 224 orang masih hilang, dan 5.100 lainnya terluka. Banjir dan longsor ini telah berdampak pada 52 kabupaten/kota, merusak 157.900 rumah serta 1.200 fasilitas umum.

Situasi Terkini dan Upaya Pemerintah

Sekitar 800.000 warga juga masih berada di pengungsian, sementara kerusakan fasilitas meliputi 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, dan 498 jembatan.

Pemerintah terus melakukan upaya evakuasi, pemulihan akses, dan pendistribusian bantuan ke daerah-daerah yang masih terisolasi. Selain itu, pihak berwenang juga berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, seperti makanan, air bersih, dan perlindungan kesehatan.

Komentar dari Warga

Warga setempat sangat mengapresiasi kehadiran Presiden di lokasi bencana. Mereka merasa senang dan berharap adanya perhatian lebih besar dari pemerintah dalam penanganan bencana.

Dalam kunjungan ini, Presiden juga berkesempatan berdialog langsung dengan para pengungsi. Ia menanyakan kondisi mereka dan memberikan semangat agar tetap sabar dan optimis menghadapi situasi sulit ini.

Harapan dan Tindak Lanjut

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan masyarakat yang terkena dampak bencana. Ia berjanji akan memastikan semua langkah penanganan bencana dilakukan secara maksimal dan transparan.

Selain itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan rencana jangka panjang untuk memulihkan wilayah yang terdampak. Hal ini mencakup pembangunan kembali infrastruktur, penguatan sistem peringatan dini, serta pelatihan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

Kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa pemerintah tidak pernah meninggalkan rakyatnya, bahkan di saat-saat sulit seperti ini. Dengan kehadiran Presiden, diharapkan semangat dan kepercayaan masyarakat bisa kembali bangkit.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan