Prajurit TNI AD Selamatkan Warga Terjebak Banjir di Tapanuli Tengah

Banjir Susulan di Tapanuli Tengah, 46 Warga Dievakuasi

Curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), menyebabkan banjir susulan pada Jumat (2/1). Kejadian ini menimpa puluhan warga yang terjebak di kawasan rawan banjir. Untuk menangani situasi darurat tersebut, TNI AD mengerahkan prajurit dari Kodim 0211/Tapanuli Tengah yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal).

Banjir susulan terjadi di Kecamatan Tukka, tepatnya di sekitar aliran Sungai Aek Harse. Saat itu, warga dari beberapa desa sedang berusaha menyeberang menuju lokasi pengungsian. Air yang tiba-tiba meluap membuat warga kaget, namun akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Infantri Asrul Kurniawan Harahap, menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan oleh Babinsa Koramil 03/Pandan bersama personel gabungan dan perangkat desa. Sebanyak 46 warga dari beberapa wilayah seperti Desa Saur Manggita, Desa Kalangan II, Lingkungan V Siantar Gunung, serta Kelurahan Hutanabolon berhasil dievakuasi dari lokasi rawan banjir.

Perwira menengah TNI AD ini mengungkapkan bahwa proses evakuasi dilakukan secara terpadu. Para prajurit memprioritaskan keselamatan warga karena arus sungai cukup deras akibat hujan yang terus mengguyur daerah terdampak bencana alam di Sumut.

”Seluruh warga berhasil dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan diarahkan menuju posko pengungsian di wilayah Hutanabolon, tanpa adanya korban jiwa,” jelas Asrul.

Upaya Pencegahan Bencana Susulan

Selain mengevakuasi warga, babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan banjir yang telah ditetapkan sebagai zona merah. Warga diminta untuk mematuhi arahan pemerintah daerah serta menempati hunian sementara (huntara) demi menghindari risiko akibat bencana susulan.

Asrul menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan bencana merupakan bentuk komitmen untuk melindungi dan membantu masyarakat. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait dinilai menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan dampak bencana.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

  • Pemantauan Wilayah: TNI AD terus memantau wilayah-wilayah rawan banjir untuk memastikan kondisi terkini.
  • Koordinasi dengan Pemerintah Daerah: Proses evakuasi dilakukan dengan koordinasi yang baik antara TNI dan pihak pemerintah setempat.
  • Pemberian Edukasi: Masyarakat diberikan informasi tentang bahaya banjir dan cara menghindarinya.
  • Penyediaan Hunian Sementara: Huntara disiapkan sebagai tempat aman bagi warga yang terkena dampak bencana.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana susulan dan memastikan keselamatan warga di wilayah Tapanuli Tengah.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan