
Gubernur DKI Mengungkap Penyebab Kebakaran Gedung Terra Drone
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali menyampaikan pernyataannya terkait kebakaran yang terjadi di Gedung Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12). Ia mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kebakaran tersebut adalah karena gedung tersebut merupakan gedung tumbuh. Artinya, gedung lama yang diperluas dengan membangun bertingkat.
"Secara teknis pasti ada sesuatu yang dilanggar. Itu sudah pasti. Begitu kebakaran terjadi, orang tidak bisa naik atau turun dengan leluasa," ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).
Menurutnya, detail penyelidikan teknis sepenuhnya berada di bawah kewenangan kepolisian. Oleh karena itu, ia belum bisa menyampaikan sanksi apa yang akan diberikan kepada pemilik gedung tersebut.
"Kami menunggu apa yang menjadi temuan dari Polri. Itu yang akan kami tindaklanjuti," imbuhnya.
Dari informasi yang diterimanya, dalam waktu dekat, kepolisian akan memanggil pemilik gedung tersebut. Lebih lanjut, Pramono mengakui, banyak korban yang jatuh dampak kebakaran tersebut. Hal itu karena fasilitas rescue atau penyelamatan yang tidak tersedia di gedung tersebut. Meskipun diakuinya, dalam gedung itu tersedia hidran.
Dia sangat menyayangkan kondisi itu, terlebih gedung itu menyimpan dan menjual baterai lithium untuk drone.
"Ketika kebakaran, akhirnya karyawan naik ke atas semua karena asap dari bawah. Itulah yang menyebabkan kenapa yang meninggal cukup banyak," katanya.
Menurutnya, Pemprov DKI akan menanggung seluruh kebutuhan pemakaman warga yang menjadi korban, termasuk biaya perawatan bagi korban luka.
Langkah Preventif untuk Mencegah Musibah Berulang
Untuk mencegah musibah berulang, Pramono mengambil langkah preventif dengan mengaudit ulang gedung-gedung tinggi di Jakarta, termasuk gedung tumbuh.
"Saya sudah meminta, dalam minggu ini, kami akan segera mengecek kembali semua gedung yang ada," terangnya.
Namun begitu, Politisi PDI Perjuangan itu mengakui, yang kerap jadi problem bukan gedung tinggi yang izinnya lengkap, tetapi gedung-gedung tumbuh.
"Secara kelengkapan persyaratan biasanya tidak terpenuhi," katanya.
Faktor Utama yang Menyebabkan Kebakaran
Beberapa faktor utama yang menyebabkan kebakaran Gedung Terra Drone antara lain:
- Gedung Tumbuh: Gedung yang awalnya berupa bangunan lama yang diperluas tanpa adanya perizinan yang lengkap.
- Kurangnya Fasilitas Keselamatan: Tidak adanya fasilitas rescue atau penyelamatan yang memadai di dalam gedung.
- Baterai Lithium: Penggunaan baterai lithium yang rentan terhadap kebakaran jika tidak disimpan dengan benar.
Pramono juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kembali terhadap semua gedung tinggi di Jakarta. Ia berharap, dengan audit ini, dapat ditemukan solusi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Tanggung Jawab Pemprov DKI
Pemprov DKI Jakarta akan menanggung seluruh kebutuhan pemakaman warga yang menjadi korban, termasuk biaya perawatan bagi korban luka. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang terkena dampak kebakaran.
Selain itu, Pramono menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap gedung-gedung yang memiliki risiko tinggi, terutama yang merupakan gedung tumbuh. Dengan demikian, diharapkan dapat meminimalkan risiko kebakaran di masa mendatang.
Rekomendasi dan Tindakan Lanjutan
Beberapa rekomendasi yang muncul dari kejadian ini meliputi:
- Peningkatan Pengawasan: Pemprov DKI harus lebih aktif dalam melakukan inspeksi terhadap gedung-gedung, terutama yang memiliki potensi risiko.
- Peningkatan Kesadaran Masyarakat: Pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya baterai lithium dan cara penyimpanannya yang aman.
- Peningkatan Fasilitas Keselamatan: Memastikan bahwa setiap gedung memiliki fasilitas keselamatan yang memadai, seperti alat pemadam api dan sistem ventilasi yang baik.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran yang lebih besar di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar