Pramono Angkat Bicara Soal Kecelakaan Mobil MBG di Cilincing, Janjikan Biaya Pengobatan

Pramono Angkat Bicara Soal Kecelakaan Mobil MBG di Cilincing, Janjikan Biaya Pengobatan

Gubernur DKI Jakarta Janjikan Tanggung Biaya Korban Kecelakaan Mobil MBG di Sekolah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah berjanji untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban dari insiden mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak puluhan siswa di SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara. Insiden ini terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.30 WIB.

Pemprov DKI Jakarta segera merespons kejadian tersebut dengan memerintahkan jajaran, khususnya Wali Kota Jakarta Utara, untuk segera menangani kondisi korban bersama dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial, Cyril Raoul Hakim, saat dikonfirmasi.

Penanganan Medis Korban

Saat ini, korban kecelakaan sudah dibawa ke RSUD Cilincing dan RS Koja untuk mendapatkan penanganan medis. Total korban mencapai 21 orang, yaitu 20 siswa dan satu guru. Lima di antaranya mengalami luka cukup parah. Seluruh biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kronologi Kecelakaan

Detik-detik mengerikan terjadi di SDN 01 Pagi Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, ketika sebuah mobil MBG tiba-tiba hilang kendali dan menabrak sejumlah murid yang sedang berada di area sekolah. Saksi di lokasi dan orangtua yang mendapatkan kabar langsung syok. Peristiwa yang berlangsung begitu cepat itu memicu kepanikan hebat, baik di kalangan guru maupun orangtua siswa.

Sejumlah saksi di lokasi menggambarkan suasana horor sesaat setelah mobil menghantam pagar sekolah kemudian melaju ke arah para siswa. Jeritan anak-anak, teriakan guru, hingga kepanikan warga yang berusaha menolong korban membuat situasi berubah mencekam hanya dalam hitungan detik.

Hingga kini, kronologi lengkap dan penyebab mobil tersebut bisa melaju masuk ke area sekolah masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kesaksian Orangtua

Orang tua siswa bernama Syam (43) menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. “Sekolah anak saya ditabrak mobil,” kata Syam dikutip dari Kompas.com, Kamis (11/12/2025). Setelah mendapat kabar bahwa sekolah anaknya tertabrak mobil, Syam dan para orang tua murid lainnya langsung mendatangi lokasi.

Syam memperkirakan, ada puluhan anak yang menjadi korban dari peristiwa kecelakaan itu. “Ada puluhan korban, sekarang saya masih di rumah sakit,” ucap Syam.

Kesaksian di Tempat Kejadian

Seorang saksi mata, Ahmad Rifai (30), mengatakan, peristiwa ini terjadi ketika mobil MBG yang mengangkut makanan hendak masuk ke sekolah. Tiba-tiba, mobil itu melaju kencang di tanjakan pintu masuk sekolah dan menabrak gerbang hingga terjatuh. “Itu tiba-tiba dia kencang menabrak gerbang sekolah sampai jatuh gerbangnya,” ucap Rifai di lokasi.

Setelah menabrak gerbang, mobil itu melaju kencang ke halaman sekolah. Di sana, puluhan anak-anak sekolah dasar tengah menjalani kegiatan literasi di halaman, sehingga banyak yang menjadi korban. “Itu yang saya tolong itu ada sekitar empat anak, ada yang kondisinya parah juga, berdarah-darah,” ucap Rifai.

Penanganan Polisi dan Evakuasi

Terkini, berdasarkan pantauan hingga pukul 9.30 WIB, pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara masih melakukan olah TKP di lokasi. Garis kepolisian juga sudah terpasang di halaman sekolah, sementara para siswa yang menjadi korban sudah dilarikan ke rumah sakit.

Mobil Hilang Kendali

Dalam rekaman video yang diterima Kompas.com menyebutkan, mobil tiba-tiba masuk ke lapangan sekolah. Kendaraan itu menabrak anak-anak dan guru yang sedang melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di lapangan sekolah. Laju mobil itu terhenti ketika menabrak pagar besi pembatas sekolah.

Akibatnya, beberapa siswa terlihat ikut terseret di bawah mobil, sementara sebagian tergeletak di lapangan. Para guru, orangtua murid, dan petugas sekolah langsung berusaha mengevakuasi siswa yang menjadi korban. Di video, sopir mobil terlihat nyaris diamuk warga dan dipaksa turun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri belum bisa dimintai penjelasannya terkait kasus ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan