
Tren Pasar Mobil Bekas di Tahun Mendatang
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat, tren pasar mobil bekas pada tahun depan diperkirakan masih akan didominasi oleh model berkapasitas tiga baris. Mobil jenis ini, baik multi purpose vehicle (MPV) maupun sport utility vehicle (SUV), dinilai tetap menjadi pilihan utama konsumen Indonesia karena menawarkan ruang kabin yang luas serta fleksibilitas penggunaan.
Pemilik showroom mobil bekas Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta, Andi mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap mobil keluarga masih sangat kuat. Menurutnya, mobil tiga baris tetap menjadi pilihan utama karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
“Untuk tren tetap menurut saya mobil tiga baris. Mobil tiga baris, karena Indonesia kan lebih condong ke sana. Modelnya seperti Avanza, Xpander atau yang seperti itu,” ujar Andi.
Pengaruh Budget terhadap Pemilihan Tahun Produksi
Andi menambahkan bahwa pemilihan tahun produksi kendaraan, baik yang tergolong lebih tua maupun lebih muda, sangat dipengaruhi kemampuan finansial calon pembeli. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bergantung pada anggaran yang dimiliki oleh konsumen.
“Kalau untuk tahunnya, apakah itu mobil tua atau muda itu tergantung bujet. Tinggal kalau mereka mau tahun lebih tua tinggal lihat pembiayaannya dan lihat bujet mereka,” jelas Andi.
Menurutnya, selama harga sesuai dengan daya beli dan kebutuhan keluarga, mobil tiga baris akan tetap menjadi primadona di pasar mobil bekas. Beberapa model seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Mitsubishi Xpander, hingga Suzuki Ertiga dan XL7 disebut masih memiliki pergerakan pasar yang stabil.
Konsistensi Segmen MPV di Pasar Mobil Bekas
Hal senada disampaikan oleh Rama, pemilik showroom Rama Dagang Mobil. Ia menyebut segmen MPV masih menjadi pasar terkuat karena sesuai dengan karakteristik konsumen di Indonesia.
“Pasar MPV itu tidak pernah sepi, karena memang di situ minat orang,” ujar Rama.
Ia menilai bahwa meskipun mobil listrik mulai banyak beredar, mobil bermesin bensin masih akan menjadi pilihan utama di pasar mobil bekas. Penurunan harga mobil listrik bekas pun disebut tidak serta-merta mengganggu permintaan mobil konvensional.
“Avanza tetap aman menurut saya. Merek seperti Toyota atau Suzuki seperti itu sudah masuk kategori mobil primer atau pilihan pertama masyarakat,” kata Rama.
Kepraktisan Mobil Bensin dalam Penggunaan Harian
Rama menambahkan bahwa mobil bermesin bensin dianggap lebih praktis untuk penggunaan harian. Ia menilai bahwa kehandalan dan keandalan mobil bensin masih menjadi faktor utama dalam keputusan pembelian.
Sementara itu, pasar mobil listrik bekas saat ini lebih menyasar konsumen yang sudah memiliki kendaraan utama dan mempertimbangkan kendaraan kedua.
“Untuk segmen mobil kedua mungkin iya. Peruntukannya lebih sebagai mobil kedua, bukan mobil primer. Sementara di sisi lain, ada juga yang tertarik karena harganya kini lebih murah tetapi sudah dapat mobil listrik,” jelas Rama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar