
AMERIKA Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro untuk diadili di AS, menurut seorang senator Republik seusai berbicara dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
“Dia memberi tahu saya bahwa Nicolás Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan kriminal di Amerika Serikat, dan bahwa tindakan militer yang kita lihat malam ini dilakukan untuk melindungi dan membela mereka yang menjalankan surat perintah penangkapan,” tulis Senator Utah Mike Lee di X pada Sabtu pagi 3 Januari 2026 seperti dilaporkan CNN.
“Tindakan ini kemungkinan besar termasuk dalam wewenang inheren presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi untuk melindungi personel AS dari serangan yang sebenarnya atau yang akan segera terjadi,” Lee mengklaim.
“Dia memperkirakan tidak akan ada tindakan lebih lanjut di Venezuela sekarang setelah Maduro berada dalam tahanan AS,” lanjut senator tersebut mengutip Rubio.
CNN telah menghubungi Departemen Luar Negeri AS tetapi belum mendapatkan respon.
Sebelumnya pada Sabtu pagi, Lee telah menyampaikan kekhawatiran tentang serangan tersebut. Ia menulis di X, “Saya berharap untuk mengetahui apa, jika ada, yang secara konstitusional dapat membenarkan tindakan ini tanpa adanya deklarasi perang atau otorisasi untuk penggunaan kekuatan militer.”
Pemerintahan Trump selama bertahun-tahun menyatakan bahwa Maduro adalah seorang kriminal dan berupaya untuk menuntutnya melalui sistem hukum AS.
Pada 2020 selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, Maduro didakwa di Distrik Selatan New York atas tuduhan "narkoterorisme," konspirasi untuk mengimpor kokain, dan tuduhan terkait lainnya.
Pemerintahan Trump menawarkan hadiah sebesar US$15 juta untuk penangkapan pemimpin Venezuela tersebut. Hadiah itu dinaikkan menjadi US$25 juta pada akhir masa pemerintahan Biden pada awal Januari 2025.
Hadiah ini dinaikkan lagi menjadi US$50 juta pada Agustus 2025 setelah Trump menjabat untuk masa jabatan kedua dan menetapkan Cartel de los Soles sebagai organisasi teroris asing. Pemerintahan Trump mengklaim bahwa Maduro adalah pemimpin kelompok tersebut, yang digambarkan sebagai organisasi kriminal.
“Tuduhan ini, bahwa rezim Maduro adalah organisasi teroris narkoba bukanlah berdasarkan pembicaraan atau spekulasi politik. Ini berdasarkan bukti yang diberikan kepada dewan juri di Distrik Selatan New York yang telah mengeluarkan dakwaan,” klaim Menlu AS Marco Rubio dalam konferensi pers bulan lalu.
Wakil Menteri Luar Negeri Christopher Landau mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa operasi pemerintah membawa "fajar baru bagi Venezuela." "Sang tiran telah pergi. Dia sekarang — akhirnya — akan menghadapi keadilan atas kejahatannya," tulis Landau seperti dikutip CNN.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar