
Duka Membekas di Keluarga Pardi, Sopir yang Tewas Terbunuh di Rumah Majikan
Seorang pria berusia 22 tahun ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di salah satu rumah di Perumahan Beverly, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (2/1/2026). Korban diketahui bernama FAS alias Pardi, seorang sopir pribadi yang bekerja di rumah tersebut. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban.
Pardi pertama kali diketahui hilang setelah rekan kerjanya mencari keberadaannya karena tidak bisa dihubungi sejak Kamis (1/1/2026). Jumat pagi, rekan korban berinisiatif datang ke rumah karena majikan Pardi dijadwalkan pulang dari liburan. Setelah melakukan pencarian, Pardi ditemukan dalam posisi tergantung dengan jeratan kabel antena di lehernya di bagian belakang rumah dekat kolam sekira pukul 07.00 WIB.
Rekaman CCTV Mengungkap Aktivitas Pardi Sebelum Kematian
Rekaman CCTV di rumah mengungkap aktivitas Pardi sebelum ia ditemukan tewas. Berdasarkan rekaman tersebut, Pardi terlihat melakukan video call dengan seseorang. Informasi ini disampaikan oleh pekerja lain di rumah tersebut, yang berinisial B.
Dari rekaman CCTV juga terlihat bahwa Pardi sempat mondar-mandir di sekitar kolam selama beberapa waktu sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Menurut B, sejak beberapa hari sebelum kejadian, Pardi terlihat sering melamun dan jarang berkomunikasi. Ia juga menyebut bahwa Pardi sering melakukan sleep call dengan kekasihnya.
Kekasih Menikah di Kampung
Penemuan jasad Pardi dengan posisi tergantung mengejutkan rekan sesama pekerjanya. Pasalnya, Pardi terakhir kali terlihat usai mengikuti ibadah akhir tahun sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di salah satu rumah Perumahan Beverly Garden, Batam Kota.
Dari informasi yang dihimpun, saksi berinisial SOB bersama Pardi berangkat ke gereja untuk ibadah akhir tahun pada Rabu (31/12/2025) sekira pukul 18.30 WIB. Lalu pada pukul 20.30 WIB, keduanya kembali ke rumah dan beristirahat di kamar masing-masing. Tak lama, saat SOB berpamitan hendak pergi keluar rumah, korban masih menyahut dan terlihat normal seperti biasanya.
Tidak Bisa Dihubungi
Pardi ditemukan tewas tergantung di salah satu rumah di Perumahan Beverly Garden, Batam Kota, Kota Batam, Jumat (2/1/2026). Korban diketahui berinisial Pr (22), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pribadi pemilik rumah tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban yang mencari keberadaannya karena sejak Kamis (1/1/2026) tidak dapat dihubungi. Pada Jumat pagi, rekan korban berinisiatif mendatangi rumah tersebut lantaran sang majikan dijadwalkan pulang dari liburan.
Setelah berkeliling dan mencoba menghubungi korban, sekira pukul 07.00 WIB, Pr ditemukan dalam posisi tergantung dengan jeratan kabel antena dilehernya di bagian belakang rumah, dekat kolam. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik rumah yang saat itu masih dalam perjalanan pulang dari Medan.
Keluarga Pardi Tolak Autopsi
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada pria FAS alias Pr yang ditemukan meninggal dunia di Perumahan Beverly, Batam Kota. Pria kelahiran 2004 itu ditemukan tewas dengan posisi tergantung di bagian belakang rumah majikannya.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, mengatakan, hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah korban berinisial FAS tidak menunjukkan adanya luka selain jeratan di leher. Pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan lain.
Setelah dibawa ke RS Bhayangkara Polda, pihak keluarga tidak berkenan untuk autopsi dan sudah menyatakan melalui keterangan tertulis. Dengan keputusan tersebut, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Penafian
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar