
nurulamin.pro, BATAM - Duka masih membekas di benak keluarga dan kerabat Pardi (22), seorang sopir pribadi yang ditemukan tewas kondisi tergantung di salah satu rumah di Perumahan Beverly, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Jumat (2/1/2026).
Pria di Batam yang mengakhiri hidup itu pertama kali diketahui rekan kerja yang mencari keberadaannya.
Sebab sejak Kamis (1/1/2026), Pardi tidak bisa dihubungi.
Jumat (2/1)pagi, rekan korban berinisiatif mendatangi rumah tersebut karena majikan Pardi dijadwalkan pulang dari liburan.
Setelah berkeliling dan mencoba menghubungi Pardi, ia ditemukan dalam posisi tergantung dengan jeratan kabel antena di lehernya di bagian belakang rumah dekat kolam sekira pukul 07.00 WIB.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik rumah yang saat itu masih dalam perjalanan pulang dari Medan.
"Benar, ada insiden dugaan mengakhiri hidup," ujar Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, SH, SIK saat dikonfirmasi.
Berikut 4 Fakta Terkait Pria di Batam yang Akhiri Hidup di Rumah Majikan
Rekaman CCTv Sebelum Pria di Batam Tewas
Rekaman CCTv di rumah mengungkap aktivitas Pardi yang ditemukan tewas tak wajar di sebuah rumah di Perumahan Beverly, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (2/1/2026).
Berdasarkan CCTv rumah tersebut tempat kejadian peristiwa (TKP), pria berumur 22 tahun itu terlihat melakukan sejumlah aktivitas.
Di antaranya, Pr terlihat melakukan video call dengan seseorang.
Hal itu diungkap pekerja lain di rumah tersebut berinisial B.
Sebelum kejadian, dari rekaman CCTv terlihat korban sempat melakukan panggilan video dengan seseorang.
"Pas kami lihat rekaman CCTv, dia sedang video call. Itu terlihat sebelum kejadian," ujarnya.
Ia juga menyebut, Pardi terlihat sempat mondar-mandir di sekitar kolam selama beberapa waktu sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.
Menurut B, sejak beberapa hari sebelumnya, ia terlihat banyak melamun dan jarang berkomunikasi.
"Sejak tanggal 30 (desember) itu dia kelihatan linglung, tanya kenapa dia nggak mau cerita."
"Padahal pokoknya tiap malam itu sering sleep call sama ceweknya itu," katanya.
Ia tak menyangka, pemuda yang seharinya sebagai sopir pribadi pemilik rumah tersebut mengakhiri hidup.
"Kerja belum ada 2 bulan, anaknya ini baik, pendiam, dengar cerita infonya mau nikahin ceweknya tahun ini. Enggak tahunya malah ditinggal nikah," sebutnya.
Kekasih Menikah di Kampung
Penemuan jasad FAS alias Pardi dengan posisi tergantung mengejutkan rekan sesama pekerjanya.
Pasalnya Pr terakhir kali terlihat usai mengikuti ibadah akhir tahun sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di salah satu rumah Perumahan Beverly Garden, Batam Kota.
Dari informasi yang dihimpun saksi berinisial SOB bersama Pr berangkat ke gereja untuk ibadah akhir tahun pada Rabu (31/12/2025) sekira pukul 18.30 WIB.
Lalu pada pukul 20.30 WIB, keduanya kembali ke rumah dan beristirahat di kamar masing-masing.
Tak lama, saat SOB berpamitan hendak pergi keluar rumah, korban masih menyahut dan terlihat normal seperti biasanya.
"Paginya itu tanggal 1 sudah tidak nampak lagi, ditelepon tidak direspons. Saya pikir mungkin lagi pergi ke tempat keluarganya yang di Batam kan, jadi saya ga curiga," ujar Sob.
Hingga Jumat pagi, saksi kembali tidak menemukan korban dan bersama saksi lain melakukan pencarian di sekitar rumah.
"Karena bapak sama ibu mau pulang kan, makanya kami cari untuk beberes rumah. Dicari keliling rumah sudah ditemukan tergantung," tambahnya.
Ia langsung menyampaikan kepada majikannya dan melaporkan hal itu kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta mengatakan pihaknya masih mendalami terkait aksi mengakhiri hidup ini.
"Pukul 08.10 WIB dapat info, personel langsung turun. Terkait dugaanya kami belum mengetahui motif bunuh diri tersebut," ujar Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung, Jumat (2/1/2026)
Sementara hasil olah tempat kejadian perkara, sebelum mengakhiri hidup korban tengah video call dengan seorang wanita.
"Kalau dari CCTv, Almarhum itu ada vcall, lalu berdasarkan keterangan saksi-saksi bahwa pacarnya di kampung menikah," tambahnya.
Setelah olah TKP, jenazah Pr langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tak bisa Dihubungi
Seorang pria ditemukan tewas tergantung di salah satu rumah di Perumahan Beverly Garden, Batam Kota, Kota Batam, Jumat (2/1/2026).
Korban diketahui berinisial Pr (22), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir pribadi pemilik rumah tersebut.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh rekan kerja korban yang mencari keberadaannya karena sejak Kamis (1/1/2026) tidak dapat dihubungi.
Pada Jumat pagi, rekan korban berinisiatif mendatangi rumah tersebut lantaran sang majikan dijadwalkan pulang dari liburan.
Setelah berkeliling dan mencoba menghubungi korban, sekira pukul 07.00 WIB, Pr ditemukan dalam posisi tergantung dengan jeratan kabel antena dilehernya di bagian belakang rumah, dekat kolam.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pemilik rumah yang saat itu masih dalam perjalanan pulang dari Medan.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
"Benar, ada insiden dugaan mengakhiri hidup,"kata Anak Agung.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian bersama tim Inafis untuk melakukan penyelidikan dan memastikan penyebab kematian korban.
Keluarga Pardi Tolak Autopsi
Polisi memastikan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada pria FAS alias Pr yang ditemukan meninggal dunia di Perumahan Beverly, Batam Kota.
Pria kelahiran 2004 itu ditemukan tewas denfan posisi tergantung di bagian belakang rumah majikannya.
Kapolsek Batam Kota, Kompol Anak Agung Made Winarta mengatakan, hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah korban berinisial FAS tidak menunjukkan adanya luka selain jeratan di leher.
"Pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak ditemukan luka atau tanda kekerasan lain,"ujar Anak Agung, Jumat (2/1/2026).
Ia menyebut, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polresta Barelang.
Namun, lanjutnya, pihak keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Pardi dan tidak berkenan dilakukan tindakan otopsi.
"Setelah dibawa ke RS Bhayangkara Polda pihak keluarga tidak berkenan untuk autopsi dan sudah menyatakan melalui keterangan tertulis," tambahnya.
Dengan keputusan tersebut, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Polisi memastikan penanganan perkara telah dilakukan sesuai prosedur dan situasi di lokasi tetap kondusif. (nurulamin.pro/Ucik Suwaibah)
Penafian: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar