Pria Diduga ODGJ Dihajar Warga Usai Teriak "Kiamat" di Masjid Malam Hari

Pria Diduga ODGJ Dihajar Warga Usai Teriak "Kiamat" di Masjid Malam Hari

Peristiwa Kiamat di Masjid dan Serangan ODGJ yang Membuat Warga Kaget

Pada Selasa (9/12/2025) pukul 01.00 WIB, sebuah peristiwa yang memicu kegundahan warga terjadi di Kelurahan Gunung Sekar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Seorang pria berinisial SR (49) tiba-tiba mengumumkan bahwa kiamat sudah tiba melalui toa masjid. Aksi ini dilakukan saat warga sedang terlelap, sehingga menimbulkan rasa marah dan kaget.

SR diduga adalah seorang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Ia masuk ke dalam masjid dan menggunakan pengeras suara untuk menyampaikan pesan tersebut. Dalam rekaman video yang diunggah oleh akun Instagram @majeliskopi08, terdengar suara SR meneriakkan "Allahu Akbar" secara berulang dan menyatakan bahwa kiamat akan terjadi.

Peristiwa ini langsung membuat warga kaget dan kemudian menyerbu masjid. Beberapa warga yang kesal memukuli SR, namun sebagian lainnya mencoba melerai. Akhirnya, SR dikeluarkan dari masjid oleh beberapa warga. Polisi yang tiba di lokasi kemudian mengamankan SR dan melakukan pemeriksaan identitasnya.

Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji, menjelaskan bahwa SR pernah dirawat di RSJ Menur Surabaya pada akhir 2024. Setelah kejadian ini, ia dibawa ke RSUD Moh Zyn Sampang untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

ODGJ Tebas 13 Orang di Purwakarta

Tidak hanya di Sampang, kejadian serupa juga terjadi di Desa Cimara Hilir, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pada Minggu (16/11/2025) sore, seorang ODGJ berinisial DS (29) menyerang 13 orang dengan menggunakan golok. Kejadian ini terjadi di jalanan saat korban sedang berada di luar rumah.

DS sempat kabur setelah menyerang para korban, termasuk anak-anak dan lansia. Akibat tebasan goloknya, lima korban mengalami luka berat di bagian kepala, leher, tangan, dan bahu. Mereka kemudian dilarikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta dan RSUD Cianjur.

Nunul, salah satu keluarga korban, menceritakan bagaimana ayahnya diserang tanpa alasan jelas. Saat itu, ayahnya sedang pulang dan bertemu dengan DS di jalan. Tanpa diketahui penyebabnya, DS langsung menyerang dengan golok. Korban langsung tergeletak dan pingsan di tempat.

Tindakan Warga dan Penanganan Oleh Petugas

Di berbagai daerah, warga sering kali merasa khawatir ketika menghadapi ODGJ yang tidak stabil. Di Sampang, warga langsung bereaksi cepat terhadap tindakan SR yang dianggap meresahkan. Sementara itu, di Purwakarta, penanganan terhadap DS dilakukan oleh petugas kepolisian setelah warga berhasil menangkap pelaku.

Dalam kasus-kasus seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap tenang dan melibatkan pihak berwenang agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, perlunya pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang gangguan jiwa juga menjadi langkah penting dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan