Pria Karimun Diamuk Massa, Ternyata Residivis

Pria Karimun Diamuk Massa, Ternyata Residivis

Pria Residivis Diamuk Warga Setelah Melarikan Diri Saat Mencuri

Pada 26 Desember 2025 sore, sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Kecamatan Karimun. Seorang pria berinisial ER menjadi korban amukan warga setelah mencuri dan melarikan diri. Kejadian ini mengungkap bahwa pelaku merupakan seorang residivis yang baru saja bebas dari penjara sekitar satu bulan lalu.

Menurut informasi yang diperoleh, ketua RT setempat bernama Peleng membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pelaku adalah salah satu warga di kampung tersebut.

“Saya tahu pelaku karena saya melihat foto wajahnya. Setelah dilihat, benar dia adalah salah satu warga di sini,” ujar Peleng.

Pelaku juga diketahui tinggal bersama orang tuanya di daerah tersebut. Ia pernah memiliki rumah tangga, tetapi kini telah bercerai.

“Dari kabar yang saya dengar, ia sudah berkeluarga sebelumnya, tapi sekarang sudah pisah dan tinggal bersama orang tua di sini,” tambah Ketua RT.

Salah satu warga sekitar, Sukarno, juga memberikan keterangan tentang kejadian tersebut. Menurutnya, pada hari Jumat (26/12/2025), terjadi penangkapan maling di daerah tersebut. Pelaku diamuk warga karena melarikan diri saat ditangkap.

“Dari cerita anak-anak di sini, semalam itu pelaku didatangi oleh Pak RT ke rumahnya untuk meminta barang yang dicurinya dikembalikan. Tapi dia justru lari. Anak-anak pun mengejar dan teriak ‘maling’, akhirnya terjadi seperti itu,” jelas Sukarno kepada nurulamin.pro.

Sukarno juga menyebut bahwa pelaku baru saja keluar dari penjara.

“Itu kan dia baru keluar juga, mungkin sekitar dua bulan lalu,” tambahnya.

Ia merasa prihatin dengan tindakan pelaku. Menurutnya, dulu pelaku pernah aktif dalam pertandingan sepak bola.

“Dulu dia pernah ikut pertandingan-pertandingan sepak bola, tapi malah memilih jalan yang tidak benar,” katanya.

Pada saat kejadian, Sukarno hanya mendengar teriakan maling. Karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan, ia tidak ikut dalam pengejaran.

“Semalam ada teriakan ‘maling’ yang lari ke sana. Tapi karena kondisi kaki saya seperti ini, saya tidak bisa ikut. Tidak lama kemudian, pelaku berhasil ditangkap dalam keadaan babak belur dan dibawa ke rumahnya. Kami tidak ikut kesana,” jelasnya.

Hingga saat ini, nurulamin.pro masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak kepolisian (Polsek Balai) terkait kasus tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan