
nurulamin.proSeorang pria yang sempat ikut berdemo ngaku diamuk istri sampai dua hari dua malam. Usut punya usut, hal itu karena pria tersebut sempat kedapatan mencaci maki Dedi Mulyadi.
Imbas dari hal tersebut, pria yang diketahui bernama Bambang Ari itu sampai membuat sang istri geram. Sang istri bahkan mengamuk hingga tak mau menemani tidur dan tidak diberi makan dua hari dua malam. Alias didiamkan selama waktu tersebut. Sang istri bahkan mendesak pria itu meminta maaf kepada Dedi Mulyadi.
Pasalnya, sang istri melihat video suaminya yang terekam dan viral usai mencaci maki Dedi Mulyadi tatkala mengikuti aksi demo. Yakni saat para pendemo menyoroti soal penetapan UMP di Gedung Sate, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Dan di momen itu, Bambang Ari ternyata sempat melontarkan kritikan namun memakai kata-kata yang tidak pantas.
"Bapak aing mana guys yang katanya pro rakyat, t*i," ucap Bambang Ari kala itu. Tak berhenti sampai di situ, Bambang Ari juga menyebut Dedi Mulyadi hanya pencintraan demi konten.
"Buat kalian buruh yang masih terlena dengan pencitraan si Gubernur Konten, mikir, orang mah mikir. Mana ada dia pro rakyat, yang ada tuh cuman pencitraan, cuman buat konten," ungkap Bambang Ari saat itu.
Namun siapa sangka, ucapan Bambang Ari itu terekam dan viral, dan membuat sang istri ngamuk dan mendesak dirinya untuk meminta maaf ke gubernur Jawa Barat itu. Alhasil, Bambang Ari pun sadar dan akhirnya meminta maaf.
Hal ini diketahui lewat unggahan video di Instagram pribadi Dedi Mulyadi @dedimulyadi71 dikutip nurulamin.propada Rabu (31/12/2025). Di momen itu, Bambang akhirnya mengakui kesalahannya. Terutama saat mencaci maki Dedi Mulyadi dengan melontarkan kata-kata tak pantas. Dan mengaku sampai diamuk sang istri selama dua hari dua malam.
"Dua hari dua malam gak makan gak tidur, istri saya juga garis keras KDM," ujar Bambang Ari. "Iya bapak maafkan kemarin bapak, minta maaf saya," ucap Bambang saat bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi. (*)
Peristiwa Demo yang Mengubah Hidup Seorang Pria
Kisah ini dimulai dari sebuah aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah pendemo di Gedung Sate, Kota Bandung. Saat itu, para peserta demo sedang menyoroti isu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang menjadi perhatian publik. Dalam aksi tersebut, Bambang Ari, seorang pria yang turut serta dalam demo, melontarkan komentar yang tidak sopan terhadap Dedi Mulyadi, gubernur Jawa Barat.
Bambang Ari menggunakan kata-kata kasar dan tidak pantas saat menyampaikan kritiknya terhadap Dedi Mulyadi. Ia menyebut gubernur tersebut sebagai "pro rakyat" tapi justru mengecewakan. Bahkan, ia menuding bahwa Dedi Mulyadi hanya melakukan pencitraan demi konten.
Tidak disangka, ucapan Bambang Ari terekam dan menjadi viral. Video tersebut menyebar luas di media sosial, termasuk di akun Instagram pribadi Dedi Mulyadi. Hal ini akhirnya membuat sang istri marah dan memutuskan untuk memberi hukuman pada Bambang Ari.
Diamuk Istri Selama Dua Hari Dua Malam
Setelah mengetahui video tersebut, sang istri merasa sangat marah dan tidak bisa menerima sikap suaminya. Ia memilih untuk mengamuk dan membiarkan Bambang Ari tanpa makan atau tidur selama dua hari dua malam. Tidak hanya itu, sang istri juga memaksa Bambang Ari untuk meminta maaf kepada Dedi Mulyadi.
Dalam video yang diunggah oleh Dedi Mulyadi, Bambang Ari akhirnya mengakui kesalahannya. Ia menyadari bahwa ucapan yang ia lontarkan tidak pantas dan bisa menimbulkan konsekuensi serius. Ia juga menjelaskan bahwa sang istri sangat keras dalam mengambil sikap.
"Iya bapak maafkan kemarin bapak, minta maaf saya," ujarnya saat bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi. Dengan begitu, Bambang Ari akhirnya memperbaiki kesalahannya dan meminta maaf atas ucapan yang tidak pantas tersebut.
Dampak dari Perilaku yang Tidak Sesuai
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi banyak orang. Menunjukkan betapa pentingnya menjaga sikap dan perkataan, terutama ketika berada di depan umum. Apalagi jika berkaitan dengan tokoh penting seperti gubernur. Setiap ucapan memiliki dampak yang bisa menyebar luas dan memengaruhi banyak pihak.
Selain itu, kisah ini juga menunjukkan bagaimana pengaruh media sosial dapat mengubah hidup seseorang. Dari sekadar komentar yang dilontarkan, bisa menjadi viral dan memicu reaksi yang tidak terduga. Oleh karena itu, setiap orang perlu lebih waspada dan bijak dalam menyampaikan pendapat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar