Program Pengabdian Masyarakat: Pelatihan Kuliner dan Pariwisata di Desa Oeltua
Program Studi (Prodi) Perhotelan Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Kupang (PNK) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, fokusnya adalah memberikan pelatihan kepada warga Desa Oeltua dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk kuliner yang siap dijual. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 November 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi dan pariwisata lokal.
Fokus pada Peningkatan Keterampilan Kuliner
Ketua Pengabdian Prodi Perhotelan, Elsa Dian Taimenas, S.H., M.H., bersama Merlin Luisa Malelak, S.Pd., M.Hum., memimpin pelatihan yang menekankan pentingnya pengolahan bahan-bahan lokal seperti jagung, kacang tanah, serta hasil hortikultura seperti bayam dan kangkung. Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan nilai ekonomi dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat.
Merlin Malelak menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar warga dapat memaksimalkan potensi pangan lokal mereka. Pelatihan ini bertujuan agar bahan-bahan lokal memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Program ini berangkat dari kesadaran akan hasil bumi dan hasil kebun yang dimiliki masyarakat Oeltua, ujarnya.
Selain itu, pelatihan juga memberikan contoh produk olahan yang bisa langsung dipasarkan, seperti camilan jagung, selai kacang, hingga keripik bayam dan kangkung. Menurutnya, pengembangan makanan berbasis bahan lokal membuka peluang usaha baru bagi warga.

Fokus kami adalah membekali masyarakat dengan keterampilan yang praktis dan dapat diterapkan langsung untuk menambah pendapatan keluarga, imbuhnya.
Keterlibatan Prodi Usaha Perjalanan Wisata
Selain Prodi Perhotelan, kegiatan pengabdian ini juga melibatkan Prodi Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Jurusan Pariwisata PNK. Tim UPW mengedukasi warga tentang pentingnya Sapta Pesona sebagai landasan pengembangan desa wisata. Ketua Pengabdian Prodi UPW, Damianus Sonny Lamoren, S.Fil., M.Sc., dan Pasifikus Mala Meko, S.Par., M.Par., memimpin rangkaian edukasi pariwisata tersebut.
Pasifikus Meko menjelaskan bahwa program literasi pariwisata ini disiapkan sebagai langkah awal bagi Oeltua dalam mempersiapkan diri menjadi desa wisata. Kedua kegiatan ini berangkat dari kesadaran bahwa Desa Oeltua merupakan desa pendamping Desa Wisata Baumata, katanya.
Ia menambahkan bahwa penguatan pemahaman masyarakat mengenai pariwisata sangat penting untuk mendorong kesiapan desa dalam mengelola potensi wisata. Dari Prodi UPW, kami membawa dua program: sosialisasi sadar wisata dan edukasi Sapta Pesona. Ini sejalan dengan fokus Prodi UPW, ujarnya.
Partisipasi Narasumber dan Antusiasme Warga
Kegiatan pengabdian ini turut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Protasius Tiberius Jehane, S.Pd., M.Sc., Elim R. Lau, S.E., M.Par., dan Arience Ana Lasibey, S.Pd., M.Pd. Protasius memberikan materi tentang sadar wisata, Elim mengulas Sapta Pesona sebagai prinsip dasar pengembangan pariwisata, sementara Arience memimpin sesi praktik pengolahan kuliner lokal.
Antusiasme warga tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Kepala Desa Oeltua, Elia Olla, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian PNK. Saya atas nama masyarakat Desa Oeltua mengucapkan terima kasih atas kesempatan belajar yang kami terima. Semoga dengan kegiatan ini desa kami makin maju, ujarnya.
Harapan untuk Pengembangan Desa Oeltua
Melalui kombinasi edukasi Sapta Pesona dan pelatihan olahan pangan lokal, kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memperkuat potensi ekonomi dan pariwisata Desa Oeltua. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan Desa Oeltua dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar