Prof. Jefri Bale Umumkan Agenda Besar Undana 4 Tahun Mendatang

Prof. Jefri Bale Umumkan Agenda Besar Undana 4 Tahun Mendatang

Prof. Jefri Bale Terpilih sebagai Rektor Undana Periode 2025–2029

Pada hari Selasa (2/12/2025), Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar konferensi pers seusai rapat senat tertutup pemilihan Rektor. Acara ini berlangsung pukul 17.00 WITA di Ruangan Teater Lantai 3 Gedung Rektorat Undana. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., yang terpilih sebagai rektor periode 2025–2029, menyampaikan pernyataan resmi pertamanya setelah ditetapkan sebagai pemenang pemilihan rektor.

Dalam pemilihan yang melibatkan 92 suara senat, Prof. Jefri berhasil meraih dukungan terbesar dengan 58 suara. Sementara itu, dua kandidat lainnya, yakni Prof. Apris Adu dan Prof. Malki Sedek Taneo, masing-masing memperoleh 30 dan 4 suara. Pemilihan ini menandai awal dari masa kepemimpinan baru yang akan membawa Undana menuju transformasi lebih besar.

Agenda Prioritas dalam 100 Hari Pertama

Prof. Jefri Bale menyampaikan sejumlah agenda besar yang akan menjadi prioritas dalam 100 hari pertama setelah pelantikan. Ia menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan Undana, terutama karena masa transisi kepemimpinannya bertepatan dengan penyusunan anggaran tahun 2026.

“Kita akan melakukan need assessment untuk melihat kebutuhan seluruh civitas mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan. Saya akan bertemu dengan kelompok-kelompok civitas untuk mendengar langsung harapan mereka, terutama yang berkaitan dengan implementasi visi dan misi transformasi Undana menuju world class local relevant university,” ujarnya.

Transformasi SDM sebagai Kunci Sukses

Menurut Prof. Jefri, salah satu tantangan terbesar adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Ia menilai bahwa transformasi SDM adalah kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.

“Transformasi SDM itu kunci. Jika individu siap, tantangan apa pun bisa kita lewati. Karena itu, peningkatan kompetensi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama, bersamaan dengan reformasi tata kelola,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan tata kelola yang memberikan kenyamanan bekerja dan belajar bagi seluruh sivitas. Menurutnya, jika lingkungan kerja tidak nyaman, performa akan terganggu.

“Bayangkan kalau kita tinggal di rumah yang tidak nyaman. Performa kita pasti terganggu. Karena itu, survei kepuasan dan perbaikan fasilitas pembelajaran menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas SDM,” tambahnya.

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Prof. Jefri menilai Undana harus menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat NTT. Ia menjelaskan bahwa arah penelitian Undana sudah baik, namun perlu diperkuat dengan intervensi yang lebih terarah.

“Selama ini penelitian dan pengabdian masih tersebar. Ke depan, kita perlu menentukan daerah prioritas untuk intervensi besar agar hasilnya terukur dalam satu hingga dua tahun. Saya sudah berdiskusi dengan Pak Rektor sebelumnya soal perlunya fokus topik besar yang melibatkan seluruh pakar Undana,” ungkapnya.

Kerja Sama dengan Institusi Lain

Selain itu, ia menegaskan bahwa Undana tidak boleh inferior dalam kerja sama dengan institusi lain. Kemitraan harus dibangun dengan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.

“Kalau Undana punya kekuatan, mitra harus datang belajar ke sini. Kalau kita punya kekurangan, kita manfaatkan mitra yang tepat. Prinsip setara dan saling menguntungkan inilah yang akan meningkatkan kualitas layanan Undana,” katanya.

Pengembangan Soft Skill Mahasiswa

Dalam aspek pembelajaran, Prof. Jefri menekankan bahwa pengembangan soft skill mahasiswa akan menjadi perhatian serius. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan tanggung jawab merupakan elemen penting untuk membentuk lulusan yang adaptif.

“Informasi bisa dicari di mana saja. Tapi kemampuan memanfaatkannya dengan soft skill yang baik adalah nilai tambah. Inilah yang akan kita dorong dalam transformasi proses pembelajaran ke depan,” ujarnya.

Komitmen untuk Membangun Undana yang Lebih Baik

Menutup pernyataannya, Prof. Jefri menyampaikan komitmennya untuk menjadikan Undana sebagai kampus berdampak yang berperan sebagai katalisator transformasi sosial-ekonomi masyarakat Nusa Tenggara Timur, dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

“Langkah pertama kami adalah mendengar seluruh pemangku kepentingan. Dari situ kita bergerak bersama membangun Undana yang lebih relevan, kompetitif, dan berdampak,” pungkasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan