
Kelurahan Bersih Narkoba 2025 di Samarinda: Upaya Membangun Komitmen Bersama
Dalam rangka memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, dua kelurahan di Kota Samarinda, yaitu Kelurahan Pelita dan Kelurahan Tenun, ditetapkan sebagai Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar) Tahun 2025. Penetapan ini dilakukan dalam acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika, Prekursor Narkotika (P4GN dan PN), yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Samarinda bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda.
Acara ini digelar di Teras Samarinda pada Selasa (2/12/2025). Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa penetapan ini tidak hanya sebatas seremonial belaka, tetapi merupakan komitmen bersama untuk menjalankan program P4GN secara berkelanjutan dengan indikator jelas dan partisipasi aktif masyarakat.
Status Samarinda sebagai Kawasan Darurat Narkoba
Saefuddin Zuhri juga menyinggung status Samarinda sebagai kawasan darurat narkoba di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, kejahatan narkoba cukup marak terjadi di kota ini, yang menjadi ibukota provinsi tersebut. Ia mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi ini, yang turut mengancam Kota Samarinda.
Ia menekankan perlunya kewaspadaan tinggi, terutama di dua kelurahan yang telah ditetapkan sebagai Kelurahan Bersinar 2025, agar tidak ada kegiatan terlarang setelah acara deklarasi selesai. Deklarasi ini dilakukan oleh BNN dan Pemerintah dengan ditandai oleh pelepasan burung dan pemberian penghargaan kepada kedua kelurahan tersebut.
Kolaborasi dan Partisipasi Aktif Masyarakat
Menurut Zuhri, penanganan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat hukum, tetapi juga diperlukan adanya simbiosis pencegahan dan kolaborasi aktif dari semua pemangku kepentingan. Ia menyebutkan peran penting Camat, Lurah, RT/RW, Babinsa, Babinkamtibmas, hingga tokoh masyarakat dalam upaya memberantas narkoba.
Pemerintah Kota Samarinda juga berkomitmen memperkuat regulasi dan mengalokasikan anggaran yang memadai untuk program P4GN. Selain itu, aspek rehabilitasi juga menjadi fokus penting dalam penanganan masalah narkoba.
Imbauan untuk Warga
Zuhri mengimbau warga untuk melapor jika mengetahui adanya korban atau kejahatan narkoba di lingkungan sekitarnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif untuk memberikan edukasi masif, mulai dari unit terkecil masyarakat seperti keluarga sendiri.
Ia juga menjelaskan tanda-tanda awal pengguna narkoba, seperti tidak merespons atau melakukan hal sesuka hati. Dengan adanya fenomena ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan penggiat anti-narkoba untuk melakukan introspeksi secara berjenjang, mulai dari keluarga, tetangga, hingga lingkungan sekitar.
Profil Kelurahan Pelita
Kelurahan Pelita adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Lurah saat ini adalah Chris Triswondo, SE. Kelurahan ini dibentuk tahun 1994, hasil pemekaran dari Kelurahan Sungai Pinang Dalam. Luas wilayahnya mencapai 892,07 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 19.648 jiwa. Wilayah ini memiliki tipologi perkebunan, kerajinan, industri, serta jasa dan perdagangan.
Profil Kelurahan Tenun
Kelurahan Tenun merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Mesjid. Wilayah ini dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 6 Tahun 2014. Nama kelurahan ini diambil dari kampung tenun yang menjadi ciri khas kawasan ini. Wilayah Kelurahan Tenun merupakan permukiman yang menjadi pusat industri rumah tangga penghasil kerajinan khas Samarinda, berada pada area pasang surut air sungai Mahakam, dengan jenis hunian rumah panggung (panjang).
Kampung Tenun juga memiliki sejarah panjang yang terkait dengan perkembangan Kota Samarinda. Awal mula munculnya permukiman di Samarinda dimulai saat rombongan suku Bugis dari Kesultanan Gowa mencari suaka dan datang ke Kutai setelah Perjanjian Bongaya, tahun 1668. Keberadaan kampung tenun ini menjadi bagian dari sejarah kota Samarinda, yang kini menjadi salah satu destinasi wisata berbasis kerajinan di kota tersebut.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar