Profil Anggota December 10 yang Debut lewat Netflix

December 10 adalah boyband baru yang dibentuk oleh Simon Cowell, yang langsung mencuri perhatian global sejak pertama kali diperkenalkan. Grup ini terdiri dari tujuh anggota dengan usia berkisar antara 16 hingga 19 tahun, yang berasal dari berbagai latar belakang dan negara. Mereka memulai debut mereka melalui serial Netflix Simon Cowell: The Next Act, yang menampilkan proses pembentukan boyband generasi baru dari ribuan peserta audisi di Inggris dan Irlandia.
Cruz (19) adalah anggota paling vokal dan percaya diri dalam grup, berasal dari London Barat, Inggris. Danny (17), Hendrick (19), John (17), dan Josh (17) juga berasal dari Inggris, dengan pengalaman musik dan panggung yang beragam. Sean (19) berasal dari Irlandia, membawa nuansa vokal khas Irlandia ke dalam grup, sementara Nicolas (16)—anggota termuda—berasal dari Portugal, memberikan sentuhan internasional dan energi segar pada formasi band.
Grup ini langsung dikontrak oleh Island/EMI di bawah Universal Music Group, menunjukkan keseriusan proyek ini sejak awal. Di balik layar, mereka dikelola oleh Cassandra Gracey, sosok berpengalaman di industri musik internasional, yang bertugas membentuk arah karier dan citra profesional masing-masing anggota.
December 10 Rilis Video Musik Perdana "Bye Bye Bye"

Sebagai langkah awal, December 10 merilis video musik pertama mereka berupa cover akustik lagu legendaris NSYNC, “Bye Bye Bye”. Video tersebut direkam di Metropolis Studios, London, dan menjadi penampilan performa penuh pertama yang dirilis ke publik. Penampilan ini menunjukkan harmoni vokal serta potensi musikal grup, meskipun sebagian penggemar menilai langkah debut dengan lagu cover sebagai keputusan yang cukup berisiko.
Dalam proses pembentukannya, December 10 mendapat dukungan dari nama-nama besar di industri musik dunia, termasuk Rami Yacoub, Savan Kotecha, Poo Bear, Julian Bunetta, dan Kamille. Deretan produser dan penulis lagu ini sebelumnya bekerja dengan artis-artis global seperti One Direction, Ariana Grande, Justin Bieber, dan The Weeknd. Presiden Island/EMI, Louis Bloom, menyatakan keyakinannya bahwa December 10 memiliki karisma dan kualitas bintang yang mampu menarik basis penggemar besar di masa depan.
Pernyataan Kontroversial December 10 Soal BTS

Namun, debut December 10 tidak lepas dari kontroversi. Sebuah klip dari serial Netflix memperlihatkan salah satu anggota, Cruz, melontarkan pernyataan yang dianggap meremehkan grup K-pop global BTS. Dalam klip tersebut, ia mengatakan:
“Kalau BTS bisa menjual habis Stadion Wembley dalam lima menit, kami bisa menjual habis Pluto dalam lima menit. Planet lain. Tidak, aku serius. Mereka buruk.”
Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kemarahan penggemar BTS (ARMY), serta menuai kritik luas dari warganet. Banyak warganet menilai komentar tersebut tidak dewasa dan berpotensi merusak citra grup sejak awal karier. Sebagian lainnya menduga kontroversi ini sengaja diciptakan sebagai strategi promosi untuk menarik perhatian publik.
December 10 Terus Mendapatkan Sorotan Publik

Sejak penayangan serial Netflix tersebut, popularitas December 10 meningkat drastis. Akun TikTok resmi mereka tercatat melonjak hingga lebih dari 200 ribu pengikut, sementara Instagram mereka mencapai puluhan ribu penggemar hanya dalam hitungan hari. Lonjakan ini menunjukkan rasa penasaran publik yang sangat besar terhadap grup baru ini.
Terlepas dari kritik dan kontroversi, December 10 tetap mendapat dukungan industri yang sangat kuat. Grup ini menyatakan ambisi untuk merilis musik orisinal dan menghadirkan sesuatu yang berbeda mulai 2026, sekaligus menghidupkan kembali pamor boyband Inggris di kancah global. Keberhasilan mereka ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan membuktikan kualitas musikal di luar sensasi dan kontroversi. Menarik untuk menantikan karya-karya selanjutnya dari December 10.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar