Profil Eric Rosen, Suami Irene Sukandar, Bintang Catur Amerika

Profil Eric Rosen dan Irene Sukandar

Eric Rosen adalah seorang pemain catur Amerika Serikat yang memegang gelar International Master (IM). Ia lahir di Skokie, Illinois, Amerika Serikat pada 3 September 1993. Dalam dunia catur, Eric Rosen menyandang gelar FIDE Master (FM) pada tahun 2011 dan International Master (IM) pada tahun 2015. Selain itu, ia juga dikenal sebagai kreator konten catur populer di platform seperti YouTube dan Twitch, di mana ia membagikan tutorial, analisis partai, dan streaming turnamen yang menarik jutaan penonton.

Eric Rosen aktif berkompetisi di level internasional dan berkontribusi pada promosi catur melalui kolaborasi dengan komunitas global, termasuk hubungan dengan pemain Indonesia. Kariernya semakin menonjol setelah pernikahan dengan Irene Sukandar, yang memperkuat posisinya di panggung catur Asia dan dunia.

Proses Pernikahan Eric Rosen dan Irene Sukandar

Pada Desember 2025, Eric Rosen menikahi kekasihnya, Irene Sukandar. Kabar bahagia ini diumumkan oleh Eric Rosen di media sosial miliknya. Ia begitu bahagia telah mempersunting pujaan hatinya. "Saya sangat senang berbagi kabar terbaru tentang kehidupan saya yang spesial — Saya baru saja menikah dengan seseorang yang luar biasa @irene_sukandar," tulis Eric Rosen di Instagram @iamericrosen.

Kabar bahagia ini lantas disambut baik oleh kolega dan rekan sesama pemain catur. Kerabat dan teman Eric Rosen menyambut baik pernikahan ini. Irene Sukandar juga merupakan master catur perempuan asal Indonesia. Keduanya adalah pasangan pecatur yang profesional.

Profil Irene Sukandar

Irene Sukandar merupakan pecatur wanita asal Indonesia yang menyandang gelar Master Internasional. Ia memiliki nama lengkap Irene Kharisma Sukandar. Irene Sukandar lahir di Jakarta 7 April 1992. Ketertarikannya akan catur bermula ketika Irene melihat ayahnya mengajari sang kakak, Kaisar Jenius Hakiki bermain catur. Irene yang masih berusia 8 tahun juga sering mengantar kakaknya ke sekolah catur tanpa tahu bahwa ia punya bakat dalam bermain catur.

Mulai dari situ, dirinya mulai tertarik melihat jalannya bidak catur. Lalu, sang ayah pun memasukkan dia ke sekolah catur. Wanita penggemar cerita wayang dan pelajaran sejarah ini mulai berlatih di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi, sejak 1999. Irene lalu tumbuh menjadi pecatur putri yang patut diperhitungkan sejak mulai bersekolah catur.

Maklum, karena pecatur yang akan menginjak usia 29 tahun itu selalu berlatih serius dari Senin-Jumat selama tiga hingga empat jam. Begitu tekun dan giat saat berlatih, membuat Irene meraih gelar juara pertama kali ketika masih kelas IV SD. Demi meningkatkan level permainan dan memperdalam pengalaman, Irene ikut bertarung di sektor putra. Hasilnya pun berbuah manis, dia meraih beragam prestasi dan penghargaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Hebatnya, Irene sukses mendapatkan gelar Master Nasional Wanita Termuda Indonesia dan menduduki peringkat 10 besar. Ketika masih SMP, Irene dianugerahi gelar Master dari Federasi Catur Dunia (FIDE). Kemudian, dia menjadi orang Indonesia pertama yang meraih gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW), mulai Desember 2008.

Perjalanan Irene di Dunia Catur

Kegemilangannya dalam memainkan bidak catur membuat dirinya dipanggil PERSACI (Persatuan Catur Seluruh Indonesia) ke timnas catur Indonesia. Dia pernah menjadi atlet termuda dari semua cabang ketika terpilih menjadi anggota kontingen Indonesia pada SEA Games Vietnam 2003. Irene yang saat itu berusia 11 tahun pun sukses berprestasi dengan membawa pulang dua keping medali perak.

Pada 2014, Irene berhak menyandang gelar baru, Master Internasional (IM), gelar bagi pecatur laki-laki, setelah berjuang selama hampir enam tahun dan mencapai rating 2400. Ada cerita unik yang mewarnai perjalanan manis Irene di dunia catur. Berdasarkan pemberitaan dari Harian Kompas, 7 Maret 2013, Irene sering diajak oleh ayahnya, Singgih Yehezkiel, untuk bermain catur di lapak-lapak.

Menurut pengakuan sejumlah pecatur lapak di Kebayoran Lama, kawasan tempat tinggal Irene dulu, Singgih kerap mengundang pecatur lapak untuk bermain catur dengan Irene di rumahnya. "Agar pecatur lapak main serius, Pak Singgih memberi sejumlah uang kepada pecatur yang mengalahkan Irene," ujar Topan, yang dijuluki GM alias "Gila Main".

Kehidupan Pribadi dan Pengaruh Pernikahan

Sementara itu, Irene mengakui bahwa kesuksesannya di pentas catur dunia tak terlepas dari mental yang diasah plus diuji sejak dini. Dikatakannya bahwa lapak catur tempat bermain pada kecilya dahulu adalah salah satu wadah untuk mengasah mental. "Kalau teori dan strategi, bisa dipelajari dari buku dan internet. Namun, mental hanya didapat melalui praktik, salah satunya dari lapak," ungkap Irene.

Irene Sukandar bercerita bahwa dia diajak sang ayah bermain di lapak-lapak sejak usia 8 tahun, dengan durasi sekitar 4 jam per hari. Selain itu mengasah mental, hal itu pun dilakukan guna menambah pengalamannya. "Dari lapak, saya bisa memahami beragam cara bermain dan karakter lawan, terutama mereka yang lebih dewasa," tutur Irene menjelaskan.

Biodata Eric Rosen

Nama: Eric Rosen
Lahir: 3 September 1993, Skokie, Illinois, AS
Kebangsaan: Amerika Serikat
Gelar Catur:
FIDE Master (FM) – 2011
International Master (IM) – 2015

Pendidikan: Lulusan universitas ternama dengan fokus akademik yang mendukung karier caturnya.
Karier:
Pemain catur internasional.
Kreator konten catur populer di YouTube dan Twitch (tutorial, analisis, dan live streaming turnamen).
* Aktif mempromosikan catur secara global, termasuk kolaborasi dengan komunitas Indonesia.

Kehidupan Pribadi: Pernikahannya dengan Irene Sukandar turut meningkatkan visibilitasnya di dunia catur Asia dan internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan